Iuran BPJS Kesehatan jadi alasan driver minta kenaikan tarif ojol

Rabu, 22 Januari 2020 | 09:01 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berencana membahas tarif ojek online (ojol) Jumat (24/1/2020) mendatang. Langkah ini guna menindaklanjuti permintaan kalangan driver untuk menaikkan tarif angkutan daring alias ojek online (ojol).

Direktur Angkutan Jalan Kemenhub Ahmad Yani mengatakan, para driver mengajukan kenaikan tarif lantaran iuran BPJS Kesehatan mengalami kenaikan. Hal itu sejalan dengan peningkatan upah mininum regional (UMR).

"Karena BPJS naik dua kali lipat, UMR naik," katanya di Kemenhub Jakarta Pusat, Selasa (21/1/2020).

"Ini menjadi dasar mereka mengajukan untuk kenaikan dan evaluasi. Kemudian komponen itu yang menjadi dasar menyampaikan ke kita untuk pembahasan ulang mengenai tarif," sambungnya.

Ahmad pun kemudian memaparkan sejumlah komponen pembentuk tarif ojol. Sebutnya, penyusutan kendaraan, bunga modal kendaraan, jaket, helm, sepatu. Lalu, asuransi kendaraan baik pengemudi dan penumpang, pajak, bahan bakar, ban, servis, dan lain-lain.

Ahmad mengatakan, tak semua komponen naik, ada juga yang turun salah satunya bahan bakar yakni Pertalite. Meski begitu, pihaknya belum bisa memastikan tarif ke depannya karena akan dibahas Jumat besok.

"Bahwa tarif itu setelah dihitung bisa naik, bisa turun karena juga ada komponen tarif yang turun, misalnya harga Pertalite turun," katanya. kbc10

Bagikan artikel ini: