BI pertimbangkan pangkas bunga acuan di tahun ini

Jum'at, 24 Januari 2020 | 08:29 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan BI 7 days repo rate di level 5% untuk Januari 2020 ini. Meski begitu, BI memberikan sinyal bahwa ada ruang untuk penurunan suku bunga lagi tahun ini.

Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan, semua kebijakan BI saat ini cenderung akomodatif terhadap makroprudensial hingga pendalaman pasar. BI juga lebih memilih untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

"Oleh karena itu kebijakan moneter tetap akomodatif sejalan dengan inflasi yang terjaga, neraca pembayaran surplus dan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi," katanya di gedung BI, Jakarta, Kamis (23/1/2020).

BI sendiri menilai siklus ekonomi Indonesia sudah melewati batas terendah dan terus meningkat. BI yakin pada 2019 pertumbuhan ekonomi RI berada di level 5,1% dan di tahun ini diproyeksikan tumbuh di kisaran 5,1-5,5%.

Selain itu inflasi juga dipercaya masih terjaga di level rendah. Pada 2019 BI mencatat inflasi IHK 2,72% (yoy), menurun dibandingkan dengan inflasi 2018 sebesar 3,13%.

Mempertimbangkan kondisi itu, Perry mengatakan masih ada ruang untuk menurunkan suku bunga acuan tahun ini. Namun peluang itu belum tentu digunakan oleh BI, mengingat BI memiliki dua kebijakan moneter lainnya seperti injeksi likuiditas dan operasi moneter.

"Kalau ditanya ada ruang penurunan suku bunga? iya. Tapi apakah BI akan menggunakannya? nanti dulu, kami pertimbangkan. Mungkin lebih cocok likuiditas. Kami akan update terus," pungkasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: