6,49 Juta unit motor terjual sepanjang 2019

Minggu, 26 Januari 2020 | 08:48 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Penjualan sepeda motor di Indonesia tercatat sebanyak 6.487.460 unit sepanjang tahun 2019, hanya tumbuh 1,6% dibanding tahun sebelumnya yang sebesar 6.383.108 unit.

Berdasarkan data yang diperoleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin), total produksi kendaraan roda dua pada Januari-Desember 2019 mencapai 7.297.648 unit. 

"Meski demikian, ekspor roda dua tahun lalu mengalami pertumbuhan signifikan, yakni sampai 29%. Volumenya, dari 627.421 unit di tahun 2018 menjadi 810.188 unit," kata Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan (IMATAP) Kemenperin Putu Juli Ardika, belum lama ini. 

Adapun kontribusi penjualan tertinggi, masih berasal dari segmen skuter matik yang kontribusinya mencapai lebih dari 80% dari total penjualan roda dua di tanah air. "Skutik masih yang paling banyak karena terkait kemampuan beli masyarakat. Pilihannya juga saat ini semakin banyak, itu data yang kami peroleh," kata dia. 

Tahun ini, Kemenperin berharap ekspor motor bisa mencapai 900.000 unit atau naik 11% dari capaian tahun sebelumnya. 

Sementara penjualan domestik, tidak terlalu banyak berubah. "Proyeksi atau target domestik di 2020 untuk roda dua masih di angka 6,4 juta. Tidak banyak berubah, tapi kami minta untuk ekspor lebih tinggi lagi sesuai dengan target pemerintah yaitu bisa mencapai ekspor 1 juta unit pada 2025," ujar Putu. 

Pada kesempatan terpisah, Ketua Bidang Komersil Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) Sigit Kumala mengatakan, kenaikan ekspor roda dua pada 2019 karena motor buatan anak bangsa memiliki kompetisi harga dan produk yang baik di mancanegara. 

"Indonesia memiliki produk yang dipercaya oleh luar negeri dan harga kompetitif. Itu faktor utama kenapa ekspor meningkat, selain dari ada penambahan negara tujuan," katanya. Terkait target pemerintah sendiri, Sigit percaya bahwa produsen bisa mencapainya. Terlebih, kini produk yang ditawarkan lebih beragam. 

"Semoga saja tidak ada hal luar yang mempengaruhi, dan perang dagang antara China-Amerika Serikat cepat recovery," ujar Sigit. kbc10

Bagikan artikel ini: