Arab Saudi tolak tambah kuota haji untuk Indonesia, ini asannya

Senin, 27 Januari 2020 | 19:22 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah Arab Saudi memastikan jika kuota haji untuk Indonesia tahun ini, jumlahnya masih sama dengan pada 2019 yakni 231.000 orang.

Hal itu dikatakan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Esam Abid Althagafi di Istana Wakil Presiden, Merdeka Utara, Jakarta, Senin (27/1/2020).

Diakuinya, sebetulnya Arab Saudi sangat senang menerima sebanyak-banyaknya jemaah haji dari Indonesia. Namun, keterbatasan tempat membuat Arab harus membatasi dengan kuota.

Terlebih, kata Esam, pemerintah Arab Saudi sedang mengembangkan beberapa proyek pembangunan cukup besar di lokasi haji. "Ada beberapa area, seperti Arafah dan Minah, yang memang areanya sangat terbatas," ujar Esam.

Menurut Esam, kenyamanan dan keamanan jemaah haji dari Indonesia menjadi faktor yang sangat penting untuk menjadi pertimbangan pemerintah Arab Saudi menambah kuota haji. "Sehingga penambahan kuota ini harus menunggu selesainya berapa proyek besar dalam hal perluasan area, sehingga kami bisa tambahkan lagi jumlah orang yang akan kami layani," ujar dia.

Kuota dasar jemaah haji dari Indonesia hingga saat ini berada di angka 211.000 slot, yang terbagi atas 194.000 kuota reguler dan 17.000 kuota khusus. Jumlah kuota dasar tersebut ditetapkan berdasarkan kesepakatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) pada tahun 1987 di Amman, Yordania.

Sementara itu, pada tahun 2019, pemerintah Indonesia mendapat kebijakan khusus dari Raja Salman untuk menambah kuota haji sebanyak 20.000 orang sehingga penyelenggaraan haji tahun ini diberikan kepada 231.000 orang.

Saat ini, Menteri Agama Fachrul Razi tengah mengupayakan meminta tambahan kuota haji sebanyak 10.000 orang. Permintaan tambahan kuota haji tersebut dilakukan karena jumlah antrean calon haji dari Indonesia terus meningkat setiap tahunnya. Selain itu, Pemerintah juga mengajukan usulan tambahan kuota petugas haji dari 4.100 menjadi 4.200 slot.

Esam mengatakan, ihwal permintaan tersebut tentu akan dibicarakan oleh pimpinan tertinggi yakni Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud dan Presiden Joko Widodo. "Apabila ada update terbaru terkait hal tersebut akan dengan senang hati kami sampaikan," ujar dia. kbc10

Bagikan artikel ini: