Mentan SYL ajak Tito dan Teten Cs wujudkan pertanian modern

Senin, 27 Januari 2020 | 22:25 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kontribusi sektor Kementerian Pertanian (Kementan)  untuk mewujudkan  ketahanan pangan yang berkesinambungan dan pertanian berdaya saing hanya 20%-30%. Justru selebihnya , ditentukan sektor diluar on farm (budidaya red) pertanian seperti sektor pengolahan dan perdagangan.

Menyadari hal tersebut, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengajak semua kementerian/lembaga (K/L) terkait memiliki satu visi untuk mewujudkan pertanian maju, mandiri dan modern. Untuk itu, harmonisasi sistem dan d budaya kerja birokasi yang kondusif guna merealisasikan gagasan besar ini.

"Kalau semua yang hadir disini pikirannya maju, maka yang diam di tempat otomatis akan tertinggal. Maju adalah bagian dari langkah kita hari ini. Mandiri adalah kekuatan dan modern adalah bagian dari hidup kita ke depan," ujar Mentan SYL dalam Rakornas Pertanian 2020 di Jakarta, Senin (27/1/2020).

Hadir dalam kesempatan itu, Mendagri Tito Karnavian, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto dan sejumlah eselon I yang mewakili K/L . Syahrul mengatakan pertanian maju, mandiri dan modern adalah pertanian berbasis teknologi dengan kekuatan utama artificial intelligence.

Pertanian maju, kata Syahrul selalu didukung dengan sistem mekanisasi yang kuat dan terstruktur dengan baik."Ke depan kita tidak boleh lagi melakukan pertanian dengan alat tradisional. Ke depan kita harus mengelola pertanian yang berbasiskan pada artificial intelligence, yang dikelola dengan sistem yang terstruktur," ujar Mentan.

Syahrul mengatakan mengelola pertanian tidak boleh lalai dan abai karena langsung berhadapan dengan 267 juta penduduk Indonesia. Mengelola pertanian harus memiliki keyakinan dan tujuan pasti untuk meningkatkan produksi dan memenuhi kebutuhan pasar global."Di Indonesia ini semua kabupaten memiliki potensi ekspor karena negara kita adalah negara tropis. Terlebih semua negara di dunia ini selalu membutuhkan sayur dan buah dari kita. Jadi semua daerah memiliki potensi yang sama," katanya.

Menurut Mentan terdapat 4 aspek yang perlu diperhatian dalam mengelola pertanian maju, mandiri dan moderb. Aspek pertama, kata dia, melakukan upaya untuk peningkatan produksi dan produktivitas melalui Gerakan nasional. Aspek kedua adalah, menurunkan biaya pertanian menuju hingga berada di posisi rendah melalui peningkatan efisiensi dan pengembangan kawasan berbasis korporasi.

"Aspek ketiga adalah pengembangan dan penerapan mekanisasi serta akselerasi pemanfaatan inovasi teknologi. Dan aspek keempat adalah ekspansi pertanian melalui perluasan pemanfaatan lahan termasuk lahan rawa dan sub optimal lainnya serta penyediaan air (irigasi, embung, dan bangunan air lainnya)," katanya.

Adapun dalam mendukung keempat aspek tersebut, pemerintah melalui Kementan telah membentuk lembaga Komando Startegi Pembangunan Pertanian (Kostratani) yang ada di tiap Kecamatan. Komando ini merupakan komando perang yang sudah dilengkapi dengan Agriculture War Room (AWR) sebagai ruang monitoring dari semua kegiatan pembangunan pertanian.

"Jadi di setiap daerah akan ketemu saya setiap jumat melalui AWR. Alat ini juga secara tidak langsung mampu memonitoring kegiatan penyuluh setiap hari. Dan saya pastikan saya akan mengetahui apakah mereka kerja atau tidak," pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: