Mulai Februari 2020, BPS gunakan Diagram Timbang IHK baru

Rabu, 29 Januari 2020 | 22:00 WIB ET
Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Jatim Satriyo Wibowo
Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Jatim Satriyo Wibowo

SURABAYA, kabarbisnis.com: Badan Pusat Statistik (BPS) akan merilis data inflasi dengan pemutakhiran tahun dasar Indeks Harga Konsumen (IHK) mulai tanggal 3 Februari 2020. Metodologi penghitungan IHK 2020 ini akan mengacu pada  Classification Of Individual Consumption According to Purpose (COICOP) tahun dasar 2018. Sebelumnya, penghitungan IHK menggunakan tahun dasar 2012.

Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Jatim Satriyo Wibowo mengatakan, penghitungan tahun dasar ini perlu dilakukan pergeseran tiap lima tahun sekali. Karena dalam rentang waktu lima tahun ini pola konsumsi khususnya untuk penghitungan IHK sudah berubah akibat perubahan pola konsumsi masyarakat dari waktu ke waktu. Indeks Harga Konsumen (IHK) adalah cerminan angka inflasi. Inflasi atau deflasi merupakan persentase dari perubahan IHK

"Dengan adanya pemutakhiran tersebut pengelompokan IHK yang semula terbagi menjadi tujuh kelompok pengeluaran berubah menjadi 11 kelompok. Beberapa kelompok yang baru diantaranya Kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran dan Kelompok Perawatan pribadi dan jasa lainnya. Dengan pengembangan ini, ada beberapa komoditas yang hilang dan ada beberapa komoditas baru yang masuk penghitungan," ujar Satriyo di Surabaya, Rabu (29/1/2020). 

SBH di Jatim dilakukan di delapan kota IHK mulai 1 Januari-31 Desember 2018. "Dari situ muncul hampir 3.000 komoditas. Tapi kami kan tidak mungkin mengikuti perubahan harga semuanya. Akhirnya kami potong hanya yang 0,02 persen. Yang di bawah itu kami gabungkan dengan komoditas yang nilainya di atas 0,02 persen," lanjutnya.

Dari hasil tersebut ada 563 jumlah komoditas terpilih dengan 100 komoditas baru yang terpilih. Sedangkan jumlah komoditas yang hilang sebanyak 71. Beberapa komoditas baru yang terpilih diantaranya lampu LED atau hemat energi, jasa penitipan anak, tas travel atau koper, spring bed dan make up salon. Kemudian obat-obatan herbal, mainan anak, power bank, aksesoris HP dan tarif taksi online.

Sedangkan komoditas lama yang hilang yaitu gelas minum, tarif Puskesmas, lampu emergency, CD-tape-REC-radio dan handy cam. Begitu pula dengan VCD/DVD, majalah remaja, tarif sewa motor, biaya kirim surat dan kapur cat tembok juga hilang dalam survey biaya hidup 2018.kbc6

Bagikan artikel ini: