Perkuat pasar Indonesia Timur, CKB perluas gudang di Surabaya

Kamis, 30 Januari 2020 | 21:14 WIB ET
President Director CKB Logistics, Iman Sjafei (kanan) dan Business Director of Logistics & Distribution CKB Logistics, Ety Puspitasari (tiga kanan) bersama jajaran komisaris CKB Logistics dan pejabat Dirjen Bea dan Cukai Jawa Timur II saat meninjau gudang baru Hub Logistik CKB Surabaya.
President Director CKB Logistics, Iman Sjafei (kanan) dan Business Director of Logistics & Distribution CKB Logistics, Ety Puspitasari (tiga kanan) bersama jajaran komisaris CKB Logistics dan pejabat Dirjen Bea dan Cukai Jawa Timur II saat meninjau gudang baru Hub Logistik CKB Surabaya.

SURABAYA, kabarbisnis.com: PT Cipta Krida Bahari (CKB Logistics), anak perusahaan PT ABM Investama Tbk (ABMM) sebagai pemilik salah satu lisensi Pusat Logistik Berikat (PLB) pertama di Indonesia meresmikan perluasan gudang baru di kawasan Hub Logistik CKB Surabaya di Central Osowilangon Business Park, Surabaya.

Ekspansi ini guna mendukung pertumbuhan industri nasional khususnya pertambangan di wilayah Jawa Timur dan kawasan Timur Indonesia.

President Director CKB Logistics, Iman Sjafei mengatakan, gudang baru tersebut memiliki kapasitas seluas 25.000 meter persegi, sehingga total kapasitas gudang di kawasan Hub Logistik CKB Surabaya menjadi 55.000 m2.

“Perluasan gudang baru di Hub Logistik Surabaya merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam mengantisipasi pertumbuhan industri di Jawa Timur dan kawasan Indonesia Timur. Hal ini seiring dengan rencana strategis pemerintah pusat yang mengarahkan fokus pembangunan infrastruktur dan kawasan industri ke wilayah Indonesia Timur,” katanya di sela acara peresmian perluasan gudang baru, Kamis (30/1/2020).

Iman menjelaskan, dengan dilakukannya perluasan gudang Hub Logistik Surabaya tersebut diharapkan akan memperkuat penetrasi pasar selain juga memperluas pasar baru.

"Kita targetkan tahun ini kinerja perusahaan bisa tumbuh 15 persen dengan dilakukannya perluasan gudang di Surabaya ini," ujarnya yang menyebut investasi yang telah dikucurkan sebesar Rp 60 miliar untuk ekspansi selama lima tahun berjalan.

Selama ini, konsumen CKB didominasi pelaku industri pertambangan dan pendukungnya. Seperti diketahui, potensi industri perambangan di kawasan Indonesia Timur cukup besar. Surabaya selama ini menjadi pintu gerbang bisnis kawasan tersebut.

"Selama ini kontribusi industri pertambangan di CKB sebesar 85 persen. Dan memang sebagian besar sektor ini ada di wilayah kepulauan di Indonesia Timur. Nah, mereka tentu harus konsolidasi dulu di Surabaya," jelas Iman didampingi Business Director of Logistics & Distribution CKB Logistics, Ety Puspitasari.

Jenis barang yang disimpan dan dikelola di fasilitas Hub Logistik Surabaya terutama alat berat pertambangan, spareparts, ban, besi baja, bahan baku tekstil, bahan baku tembakau dan kemasan. 

Ditambahkannya, Hub Logistik di Central Osowilangon Business Park memiliki lokasi strategis, karena dekat dengan pelabuhan Tanjung Perak dan Teluk Lamong, bandara Juanda, akses jalan tol yang berada di kawasan industri dan gudang yang modern serta didukung dengan layanan logistik yang terpadu. Kawasan pergudangan ini juga didukung sistem teknologi informasi dan komunikasi serta pengawasan barang yang efektif. 

Hub Logistik di Central Osowilangon Business Park ini juga dilengkapi dengan fasilitas gudang Pusat Logistik Berikat (PLB) seluas 8,500 m2 yang terbagi menjadi gudang tertutup dan terbuka. Selain itu, di Surabaya, CKB Logistics juga memiliki fasilitas gudang PLB di kawasan Pergudangan Margomulyo seluas 5,000 m2. 

Secara nasional CKB Logistics memiliki 7 pusat logistik berikat yang tersebar di seluruh Indonesia. Lokasi fasilitas PLB CKB Logistics berada di Jakarta (Cakung dan Marunda), Cilegon, Karawang, Surabaya (Osowilangon dan Margomulyo) dan Balikpapan (Somber). 

"Bagi pemerintah, dengan beroperasinya PLB akan mendapat banyak manfaat, yang pertama menarik foreign direct investment untuk membangun manufaktur di Indonesia. Kedua, mengurangi potensi kongesti pelabuhan dan mempercepat dwelling time. Ketiga, alur pengawasan barang impor lebih tertata dengan baik. Keempat, penerimaan bea masuk meningkat. Kelima, menjadikan Indonesia sebagai hub logistik di Asia Pasifik," beber Iman.

Sementara bagi pelaku usaha, proses arus barang menjadi lebih cepat dan efisien. Importir juga diuntungkan karena barang-barangnya tidak langsung terkena beban pajak sebelum keluar dari PLB. Pusat Logistik Berikat (PLB) CKB Logistics ini sekaligus menjadi solusi transportasi dan logistik terpadu (Total Logistics Solutions) dengan fokus mendukung industri minyak & gas, pertambangan, konstruksi/infrastruktur, ban, besi dan baja serta tekstil. kbc10

Bagikan artikel ini: