Sepanjang 2019, Bank Jatim raih laba Rp 1,38 triliun

Kamis, 30 Januari 2020 | 21:22 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) melaporkan perolehan laba Rp 1,38 triliun pada 2019 atau tumbuh 9,22% dibanding tahun sebelumnya (yoy). Aset tercatat Rp 76,72 triliun atau tumbuh 22,37%.

Direktur Keuangan sekaligus Plt Direktur Utama Bank Jatim Ferdian Timur S. menyampaikan, laba didorong oleh pertumbuhan kredit. Bank Jatim mencatat pertumbuhan kredit tertinggi dalam beberapa tahun terakhir yaitu 13,16% (yoy) atau sebesar Rp 38,35 triliun.

Pertumbuhan kredit tersebut diikuti dengan penurunan rasio Non Performing Loan (NPL) yaitu sebesar 2,77%. Kredit di sektor konsumsi menjadi penyumbang tertinggi yaitu sebesar Rp 23,10 triliun atau tumbuh 7,12% (yoy).

Sedangkan pertumbuhan paling tinggi didapat dari sektor komersial sebesar 27,11% atau tercatat Rp 9,23 triliun. Pertumbuhan yang tinggi tersebut didongkrak dari pertumbuhan kredit sindikasi yang signifikan sebesar 118,98%.

Sementara itu, selama Tahun Buku 2019, Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Jatim mencatatkan pertumbuhan 18,91% (yoy) yaitu sebesar Rp 60,55 triliun. Pertumbuhan DPK yang signifikan tersebut menunjukkan  kepercayaan masyarakat kepada Bank Jatim meningkat.

Pertumbuhan DPK tersebut didominasi  pertumbuhan giro 23,54% atau tercatat Rp 23,83 triliun. Kemudian diikuti pertumbuhan tabungan sebesar 16,28% atau tercatat Rp 22,22 triliun dan pertumbuhan deposito sebesar 15,81% atau tercatat Rp 14,50 triliun.

“Dari komposisi tersebut, terlihat kemampuan Bank Jatim dalam menghimpun dana murah cukup baik," ujar Ferdian dalam paparan kinerja keuangan Tahun Buku 2019 di, Jakarta, Kamis (30/1/2020).

Selain itu pencapaian DPK tersebut diperkuat dengan CASA rasio Bank Jatim sebesar 76,06%. Selama lebih dari 15 tahun, CASA rasio Bank Jatim berada diatas 65%. Komposisi rasio keuangan Bank Jatim periode Desember 2019 antara lain Return on Equity (ROE) sebesar 18,00%, Net Interest Margin (NIM) sebesar 6,11%, dan Return On Asset (ROA) 2,73%.

Sedangkan Biaya Operasional dibanding Pendapatan Operasional (BOPO) masih tetap terjaga di angka 71,40%. kbc11

Bagikan artikel ini: