Terinspirasi kejayaan Islam Turki, Laksmi hadirkan History of Ottoman Empire

Jum'at, 31 Januari 2020 | 09:38 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Setelah berhasil meluncurkan gaun pengantin "Hijab Series", Laksmi Kebaya Muslimah & Islamic Wedding Service kembali menghadirkan gaun pengantin Islam yang sarat dengan nilai sejarah.

Gaun pengantin yang bertemakan "History of Ottoman Empire" ini digadang-gadang akan mampu menghipnotis para pasangan yang bakal melangsungkan pernikahan ala "Islam" karena keindahan dan kemewahan yang terpancar dalam desain yang dihadirkan.

Owner Laksmi, Nur Aini Madjid mengatakan bahwa hadirnya desain baju pengantin ala Turki ini terinspirasi dari sejarah masa keemasan Islam pada zaman Turki Utsmani yang kemudian surut ditelan zaman. 

"Ternyata ada sejarah Islam yang tidak tersampaikan ke kita. Bahwa Islam tidak hanya soal agama tetapi Islam adalah peradaban. Dan itu mencakup banyak faktor, mulai dari budaya, hubungan sosial, science, agama, politik dan ekonomi," ujar Nungky, panggilan akrab Nur Aini Madjid kepada wartawan di Surabaya, Kamis (30/1/2020) petang. 

Fakta sejarah menunjukkan bahwa Islam pernah meraih masa keemasan sepanjang 13 abad, kemudian surut dan lenyap selama 96 tahun pasca perang dunia pertama. Hal ini ditandai dengan gaya busana perempuan pada waktu itu mengikuti gaya busana perempuan muslim yang menutup aurat. Gaya busana seperti ini juga dilakukan oleh perempuan-perempuan Eropa pada zaman itu.

"Kapan konsep syari atau pakaian panjang ini berhenti?  ternyata mulai tahun 1924, peradaban Islam mulai runtuh dan budaya pun mulai berubah. Di luar sana, budaya sudah tidak lagi mengikuti peradaban Islam," ungkapnya.

Untuk itu, dalam konsep busana pengantin ala Turki Utsmani ini warna yang digunakan adalah warga gradasi dari warna terang di bagian atas menuju warna gelap di bagian bawah. Bordir yang berbentuk akar, merambat dari atas ke bawah melengkapi warna terang menuju kegelapan. Beberapa warna yang digunakan diantaranya warna navy, silver, blush, rose gold, marun dan green sage atau warna hijau keabu-abuan. Kesan sendu hadir dalam warna keabu-abuan.

Agar menambah sentuhan sejarah kejayaan Islam, koleksi baju pengantin perempuan yang menjadi masterpices dilengkapi degan mahkota bertabur batu kristal swarovski. Sementara penutup kepala pengantin pria mengenakan "Imamah" atau sorban dengan panjang 5 meter yang terinspirasi dari busana ala Muhammad Al Fatih, Raja muda kerajaan Islam Usmani yang berhasil menaklukkan  Konstantinopel.

"Sorban atau imamah ibi memiliki banyak fungsi. Kalau akan melaksanakan shalat, imamah bisa digunakan untuk sajadah. Dalam kesempatan yang berbeda, imamah bisa digunakan untuk fungsi yang lain," katanya. 

Ada 12 jenis baju pengantin Islam yang akan dilaunching pada 1 Februari 2020 besok, yang terdiri dari empat modell busana masterpiece, lima model busana turunannya dan tiga jenis busana akad nikah.kbc6

Bagikan artikel ini: