GrabKios bidik 3,8 juta mitra hingga tahun depan

Jum'at, 31 Januari 2020 | 10:05 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: GrabKios mengklaim telah menggaet  lebih dari 2,8 juta mitra warung hingga akhir 2019 yang tersebar di 505 kota di Indonesia. Hingga akhir 2021 mendatang, GrabKios menargetkan tambahan 1 juta mitra atau total 3,8 juta mitra warung.

Head of GrabKios Agung Nugroho mengatakan, selama 2019, kurang lebih ada tambahan mitra GrabKios sekitar 500 ribu. Adapun sebagian besar ada di warung kelontong dan warung pulsa serta sedang mengembangkan di sektor warung makan.

"Jadi awal tahun itu 2,3 juta, sekitar naik 500 ribu selama 2019. Kita menargetkan 3,8 juta hingga 2021, jadi per tahun bisa 500 ribu," ungkapnya di Jakarta, Kamis (30/1/2020).

Pihaknya juga masih melanjutkan kampanye #MajuinWarung untuk fokus meningkatkan awareness akan banyak hal di warung-warung.

"Bahwa warung-warung itu menurut saya nyangkut paradigma lama di mana gue harus gini. Gimana caranya kita coba educate mereka, kalian harus bisa maju dan bisa sekompetitif convenience store. Salah satu misi kita warung tradisional bisa berkompetitif dengan convenience store terutama di daerah-daerah convenience store-nya cukup maju," ujar Agung

"Lebih challenge daerah di non-Jawa. Sebenarnya nggak ada yang mudah, cuma itu lebih challenges, (karena warung) masih selalu begitu (dengan paradigma lama). Meskipun sekarang mitra GrabKios sudah banyak, paradigma (lama) itu bukan berganti 100%," imbuh Agung.

Agung mengatakan, pulsa dan digital product serta remittance atau layanan pengiriman uang menjadi layanan yang paling sering digunakan lewat mitra GrabKios. Ia juga menyebut GrabKios merupakan salah satu yang memimpin dalam layanan remittance di mana hal ini membuktikan agent banking untuk layanan finansial itu masih penting banget.

Untuk mencapai target ke depannya, kata Agung, GrabKios menyiapkan strategi maupun tambahan layanan buat mitra. Tujuannya untuk menjadikan warung sebagai titik bagi masyarakat agar mereka dapat mengakses berbagai produk digital, keuangan, asuransi, tabungan serta layanan lainnya untuk pertama kalinya.

"Ke depannya, kami ingin terus memajukan warung agar tidak ada yang tertinggal serta dapat turut andil sebagai penggerak ekonomi Indonesia menuju ekonomi digital, termasuk merangkul teman-teman disabilitas," ucap Agung. kbc10

Bagikan artikel ini: