Bayar dengan aplikasi, ini BBM di SPBU Pertamina tak bisa lagi 'fulltank'?

Jum'at, 31 Januari 2020 | 11:13 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Pertamina (Persero) bakal melakukan perubahan mekanisme transaksi pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM). Hal ini untuk menghindari kebakaran akibat radiasi telepon seluler saat transaksi nontunai diterapkan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Direktur Pemasaran dan Retail Pertamina Mas'ud Khamid mengatakan, Pertamina sudah mengarah pada transaksi nontunai untuk pengisian BBM yang menggunakan media telepon pintar (smartphone) dengan aplikasi MyPertamina.

"Kenapa pakai MyPertamina karena ini jadi payung interaksi dengan pelanggan," kata Mas'ud, di Kantor Pusat Pertamina, Kamis (30/1/2020).

Menurut Mas'ud, Pertamina telah mengantisipasi keselamatan penggunaan smartphone yang berisiko memicu kebakaran akibat radiasi sinyal saat melakukan transaksi nontunai pengisian BBM di SPBU.

"Ya kita sudah antisipasi. Jadi kalau di luar negeri itu bayar dulu baru isi BBM, bayarnya masuk ke toko," tuturnya.

Cara tersebut dengan mengubah mekanisme transaksi pada SPBU, yaitu memberikan tempat khusus untuk transaksi pembelian BBM, sehingga transaksi tidak lagi dilakukan di area pengisian BBM. Setelah melakukan transaksi kendaraan baru bisa melakukan pengisian BBM.

"Jadi enggak ada cerita saya beli isi BBM full tank itu enggak ada. Jadi harus sebut angka, saya beli BBM sekian liter. Bayar dulu baru isi," ujarnya.

Untuk mengubah mekanisme pengisian BBM di SPBU, Pertamina akan melakukan sosialisasi terlebih dahulu. Saat ini mekanisme tersebut pun sudah diterapkan pada SPBU di Rest Area Tol Surabaya KM 57.

"Kita harus ajari masyarakat ke depan, kita edukasi bayarnya tidak deket SPBU, kita geser dikit ke luar ke box yang itu aman.? Jadi kita biasakan masyarakat kita selama ini berpuluh tahun selama ini datang ke spbu masih di atas motor, tangki dibuka, bayar di situ, ini salah semua, harus benerin," ungkapnya.

Mas'ud menargetkan, perubahan mekanisme transaksi pengisian BBM diterapkan secepatnya. Dia mengakui, mekanisme baru pengisian BBM tersebut membutuhkan waktu lebih lama, namun budaya pengisian BBM saat ini perlu diubah untuk meningkatkan keselamatan.

"Memang butuh waktu tapi itu yang benar. Ke depan kalau sudah digital semua, kita lakukan bayar dulu, baru isi BBM," tandasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: