Pelindo III Antisipasi masuknya virus Korona melalui Pelabuhan Tanjung Perak

Sabtu, 1 Februari 2020 | 18:12 WIB ET
VP Corporate Communication PT Pelabuhan Indonesia III (Persero), Wilis Aji Wiranata
VP Corporate Communication PT Pelabuhan Indonesia III (Persero), Wilis Aji Wiranata

SURABAYA, kabarbisnis.com: PT Pelabuhan Indonesia III bersama Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) melakukan langkah antisipatif untuk menghalangi masuknya virus Korona ke Indonesia melalui pelabuhan yang beroperasi di wilayah Pelindo III, utamanya di Pelabuhan 

Tanjung Perak. 

"Kami sudah melakukan koordinasi dengan pihak KKP untuk melakukan tindakan antisipatif. Untuk kapal internasional yang berangkat dari negara endemik, sebelum masuk pelabuhan akan dilakukan pengecekan oleh pihak KKP," ujar VP Corporate Communication PT Pelabuhan Indonesia III (Persero), Wilis Aji Wiranata ketika dikonfirmasi kabarbisnis.com, Surabaya, Sabtu (1/2/2020).

Pemeriksaan dilakukan sebelum kapal masuk ke Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS). Tepatnya antara buoy 2 dan buoy 3, kapal akan dihentikan, selanjutnya petugas KKP akan naik kapal untuk melakukan pengecekan dan pemeriksaan. Pemeriksaan ini khusus dilakukan pada kapal internasional yang direct atau langsung ke Surabaya. 

Data Pelindo menunjukkan, jumlah kapal petikemas dan curah kering yang datang langsung dari China ke Surabaya rata-rata mencapai 26 unit hingga 36 unit per bulan. Pada Desember 2019, ada sekitar 36 unit kapal. Sentara di Januari 2020 jumlahnya sedikit menurun diangka 26 unit. 

Adapun kapal internasional yang telah terlebih dulu sandar di pelabuhan lain di Indonesia, seperti di Pelabuhan Tanjung Priok, dianggap telah bersih.

"Jika kapal dinyatakan clear and clean, maka Pelindo III baru akan mengirimkan kapal pandu sehingga kapal tersebut bisa sandar dan melakukan aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Perak," tambahnya.

KLP juga telah meletakkan satu unit alat deteksi suhu tubuh di Gapura Surya Nusantara (GSN) untuk melakukan pengecekan kepada seluruh penumpang kapal yang sandar di pelabuhan Tanjung Perak.

Jika ternyata ada awak kapal atau penumpang kapal yang terindikasi terpapar virus Korona, maka KKP bersama Pelindo III akan melakukan perlakuan khusus, pertama pengidap langsung dirawat di Rumah Sakit Rujukan, kedua dideportasi dan ketiga kapal ditolak sandar.

"Atas keputusan yang akan kami ambil, kami mengikuti keputusan pihak KKP. Hal ini telah kami sosialisasi kepada agen pelayaran," tegas Wilis.

Sebagai langkah antisipatif juga, Pelindo III juga telah menyiapkan Rumah Sakit PHC Surabaya sebagai tempat screening awal bagi awak kapal maupun penumpang kapal yang terindikasi terpapar virus Korona. 

"PHC sudah menyiapkan satu ruangan isolasi khusus yang akan digunakan untuk melakukan screening awal. Selanjutnya pasien akan dirujuk ke sejumlah Rumah Sakit yang telah ditunjuk," terangnya. 

Adapun Rumah Sakit yang ditunjuk adalah RSU Dr. Soetomo Surabaya, RSU Dr Saiful Anwar Malang, RSU Dr. Soebandi Jember, RS Dr. Koesma Tuban, RS Dr S Djatikoesoemo Bojonegoro, RS Pare Kediri, RD Blambnagan Banyuwangi dan RS Soedono Madiun. kbc6

Bagikan artikel ini: