Pemerintah China minta warganya tunda gelar pernikahan di tanggal cantik 2 Februari 2020

Minggu, 2 Februari 2020 | 12:34 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Di saat sebagian masyarakat berebut merayakan momen spesial yakni menggelar pernikahan di tanggal cantik 2 Februari 2020, pemerintah China justru memutuskan untuk meminta pasangan calon pengantin di negara itu agar menunda acara pesta pernikahan mereka di momen yang diistilahkan 02-02-2020 itu.

Langkah itu sebagai bagian dari upaya membantu mengurangi penyebaran virus corona di negara itu.

Dikutip dari ndtv.com, bukan hanya acara pernikahan, keluarga korban virus corona yang melakukan acara pemakaman pun diminta untuk melakukannya secara sederhana. Pada Sabtu, 1 Februari 2020, jumlah korban tewas tercatat 259 orang dan 12 ribu orang terjangkit virus mematikan ini di penjuru China.

“Jika Anda sudah mendaftarkan pernikahan atau menjanjikan pernikahan pada 2 Februari tahun ini, Anda disarankan untuk membatalkannya dan menjelaskan situasi ini pada undangan,” tulis pernyataan Kementerian urusan sipil China.

Tanggal 2 Februari 2020 dianggap sebagai tanggal keberuntungan untuk menggelar acara pernikahan karena terdiri dari dua angka yang diulang-ulang. Tanggal 02-02-2020 kalau dibaca dari arah depan - belakang pun maknanya sama.

Pemerintah kota Beijing, Shanghai dan kota-kota lain di China sebelum wabah virus corona merebak, sudah menawarkan layanan pendaftaran pernikahan, meski pun itu jatuh pada hari libur yang biasanya mereka tutup.

Kementerian urusan sipil China menyatakan untuk sementara waktu akan menghentikan layanan konsul pernikahan dan meminta masyarakat untuk tidak menggelar resepsi pernikahan.

Bukan hanya itu, acara pemakaman pun harus diselenggarakan secara sederhana untuk menghindari orang-orang berkumpul. Jasad orang yang meninggal karena terjangkit virus corona harus segera dikremasi secepatnya.

Para staf yang menangani pemakaman korban virus corona harus memakai pakaian pelindung dan membawa alat pengecek suhu badan untuk menghindari risiko terinfeksi.

Sebelumnya Pemerintah China telah memperkenalkan larangan-larangan bepergian dan memperpanjang libur tahun baru China menyusul merebaknya virus corona yang mematikan ketika ratusan orang mudik saat Imlek untuk mengunjungi keluarga di kampung.

Sekolah-sekolah dan Universitas di penjuru China sudah diperintahkan untuk tidak membuka kelas, otoritas China juga telah mendesak pabrik-pabrik agar menghentikan kerja mereka dan masyarakat telah diminta menghindari kerumunan orang.

Virus corona terdeteksi pertama kali di Provinsi Hubei, China, yang berpopulasi lebih dari 50 juta jiwa. Wilayah itu sekarang sudah diisolasi. Otoritas di Provinsi Hubei pada Sabtu, 1 Februari 2020 mengumumkan sudah menunda semua pencatatan nikah terhitung sejak Senin 27 Januari 2020 hingga pemberitahuan berikutnya. kbc10

Bagikan artikel ini: