Harga cabai rawit picu inflasi Jatim di Januari 2020 capai 0,50 persen

Senin, 3 Februari 2020 | 18:58 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Lalu Indeks Harga Konsumen (IHK) atau inflasi di wilayah Jawa timur pada Januari 2020 tercatat mencapai 0,50 persen. Besarnya inflasi pada Januari 2020 tersebut dipicu oleh naiknya harga berbagai komoditas, utamanya komoditas cabai rawit yang mengalami kenaikan cukup signifikan. 

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, Dadang Nardiwan mengatakan, pemantauan terhadap perubahan harga selama bulan Januari 2020 di delapan kota IHK Jawa Timur menunjukkan adanya kenaikan harga di sebagian besar komoditas yang dipantau. Hal ini mendorong terjadi peningkatan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 0,50 persen yaitu dari 103,20 pada bulan Desember 2019 menjadi 103,72 pada bulan Januari 2020. Tingkat inflasi tahun kalender Januari 2020 sebesar 0,50 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Januari 2020 terhadap Januari 2019) sebesar 2,02 persen.

“Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Januari 2020, di antaranya adalah cabai rawit, tukang bukan mandor, cabai merah, kontrak rumah, mobil, bawang putih, ikan mujair, sewa rumah, dompet dan rokok kretek,” kata Dadang di Surabaya, Senin (3/2/2020).

Lebih lanjut ia mengatakan, dari seluruh kelompok komoditas yang dipantau, sebagian besar mengalami inflasi. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi sebesar 1,57 persen. Kelompok ini memberikan andil terhadap inflasi sebesar 0,36 persen. Kedua kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga mengalami inflasi sebesar 1,03 persen dan memberikan andil sebesar 0,36 persen. Selanjutnya kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga alami inflasi sebesar 0,15 persen dan memberikan andil sebesar 0,01 persen.

Kelompok kesehatan alami inflasi sebesar 0,50 persen dan memberikan andil sebesar 0,02 persen. Sedangkan kelompok pendidikan sebesar 0,01 persen dan memberikan andil sebesar 0,0006 persen.  Kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran alami inflasi sebesar 0,17 persen dan memberikan andil 0,01 persen. Sementara kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya alami inflasi sebesar sebesar 0,76 persen dan memberikan andil sebesar 0,05 persen.

“Sedangkan kelompok yang mengalami deflasi yaitu kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,08 persen, kelompok transportasi sebesar 0,93 persen, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,03 persen, dan kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,05 persen,” ujarnya.

Menurut Dadang, dari  delapan kota di Jawa Timur yang menjadi penghitungan angka inflasi selama Januari 2020, seluruh kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Sumenep yaitu mencapai 0,84 persen, diikuti Surabaya dan Kediri sebesar 0,52 persen, Banyuwangi sebesar 0,51 persen, Malang sebesar 0,41 persen, Probolinggo sebesar 0,40 persen, Jember sebesar 0,38 persen, dan Madiun sebesar 0,35 persen.

“Jika dibandingkan tingkat inflasi year on year  atau Januari 2019 dan Januari 2020, di delapan kota IHK Jawa Timur, Jember merupakan kota dengan inflasi year on year tertinggi yaitu sebesar 2,43 persen, sedangkan kota yang mengalami inflasi year on year terendah adalah Malang sebesar 1,15 persen,” pungkasnya. kbc6

Bagikan artikel ini: