Penghentian seluruh penerbangan dari dan ke China sampai waktu belum ditetapkan

Senin, 3 Februari 2020 | 21:19 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Mulai Rabu (5/2/2020)  lusa, pemerintah akan memberhentikan penerbangan dari dan ke China tanpa  batas waktu yang belum ditetapkan. Hal ini sebagai respons mengantisipasi penyebaran virus corona yang sedang mewabah di China terutama Kota Wuhan.

"Saya dapat perintah bahwa penerbangan dari dan ke China, mainland China ditunda mulai Rabu 00.00. dan dilakukan dengan waktu yang belum ditetapkan," kata Menhub Budi Karya di Jakarta, Senin (3/2/2020).

Budi mengatakan keputusan itu berdasarkan perintah langsung dari Presiden Jokowi. "Kalau kita bicara dentang mengapa dilakukan dan bagaimana, Kemenhub mengacu pada koordinasi daripada memanage bahaya virus corona dengan leading sektor Kemenkes dan Kemenlu," katanya.

Menhub mengatakan keputusan pemerintah Indonesia juga mengacu pada keputusan WHO yang sudah menyatakan bahwa virus corona sudah menjadi wabah global.Keputusan menghentikan sementara penerbangan dari dan ke China menurutnya adalah tak lain untuk melindungi warga negara Indonesia (WNI) agar tidak terjangkit wabah virus Corona.

"Kita sepakat bahwa who itu kita pakai sebagai acuan sehingga pada saat who rekomendasi maka kami melaporkan kepada bapak presiden dan kemarin diputuskan untuk tidak dilaksanakan penerbangan," katanya.

Berkaitan keputusan pemerintah ini, menurut Budi, langkah selanjutnya pemerintah akan melakukan pemetaan dampak ekonominya. “Dua tiga hari mendatang akan membahas dalam ratas hal yang berkaitan akibat dari ekonomi dampak penundaan sementara. Saya juga minta Dirjen Perhubungan Udara dan Dirjen Perhubungan Laut, untuk bahas bagaimana langkah-langkah kita,” tuturnya.

Dampak ekonomi ini diantaranya diukur dari berapa banyak pesawat yang diterbangkan.Selain itu, Kemenhub juga memberikan jalan keluar berkaitan tiket yang sudah dipesan konsumen. Terkait penerbangan dituturkan Menhub, mungkin saja akan dilakukan rerouting ke rute lainnya di Asia Selatan, India, Pakistan dan Nepal atau penerbangan ke Australia yang cenderung tidak ada penyebaran virus Corona.

Kesempatan samai,Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Novie Riyanto akan membahas dampak penghentian sementara penerbangan dari dan ke China untuk antisipasi penyebaran virus Corona.“Kebijakan ini sudah diharuskam dan airline akan melakukan reourute atau refund, akan kami bahas sore ini,” tutur Novie.

Mengenai tiket yang sudah dijual di lapangan, menurut Novie akan dibahas bersama dengan maskapai misalnya  pengembaliannya seperti apa, berapa banyak yang dikembalikan kepada masyarakat.Prinsipnya adalah  karena ini suatu kebijakan yang sudah digariskan pemerintah untuk keamanan bersama.“Mungkin juga akan dilakukan penerbangan ke destinasi lain yang tidak dilarang pemerintah,” kata Novie

Di kesempatan terpisah Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk. (persero) Irfan Setiaputra membenarkan secara efektif pada Rabu (5/2/2020) operasional rute ke mainland China akan dihentikan.“Untuk rencana selanjutnya, kami masih monitor terus perkembangan situasi berkaitan dengan virus tersebut,” terangnya.

Sejumlah maskapai penerbangan nasional telah menunda jadwal penerbangan ke wilayah China menyusul peningkatan skala epidemik virus Corona dan status darurat global yang ditetapkan oleh organisasi kesehatan dunia, WHO.Maskapai Garuda Indonesia menunda layanan penerbangan dari dan menuju Beijing, Shanghai, Guangzhou, Zhengzhou dan Xi’an. Saat ini, Garuda Indonesia melayani sebanyak 30 fekuensi penerbangan setiap minggunya ke China.

Sementara itu, penerbangan dari dan menuju Hongkong masih dilayani dengan pengawasan penuh bersama dengan otoritas terkait.Melalui penundaan sementara penerbangan ke China tersebut, Garuda Indonesia memberlakukan kebijakan yang fleksibel mekanisme reschedule dan reroute untuk layanan penerbangan dari dan menuju Tiongkok.

Maskapai penerbangan lainnya, Lion Air dan Batik Air serta Sriwijaya Air sudah mengumumkan pembatalan sementara layanan penerbangan internasional yang dimulai pada 20 Januari 2020.Pembatalan sementara terdiri dari rute Denpasar – Wuhan – Denpasar.

Dirut Citilink Indonesia Juliandra mengatakan maskapai akan menghentikan sementara penerbangan dari dan menuju Tiongkok baik penerbangan reguler maupun charter sejak i 1 Februari 2020. 

“Penghentian sementara ini dilakukan untuk menjamin kesehatan masyarakat Indonesia serta untuk memberikan dukungan penuh terhadap upaya pemerintah dalam mencegah penyebaran Virus Korona,” kata Juliandra dalam keterangan tertulis.

Citilink Indonesia memiliki satu penerbangan reguler rute Denpasar-Kunming, serta lima penerbangan charter rute Manado-Guiyang, Padang-Kunming, Denpasar-Wenzhou, Denpasar-Guiyang, dan Solo-Kunming. Selain melakukan penghentian sementara penerbangan dari dan menuju Tiongkok, Citilink Indonesia juga melakukan antisipasi dengan cara menyemprotkan cairan disinfektan untuk pesawat yang sebelumnya terbang dari Tiongkok bekerja sama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) bandara setempat guna mengantisipasi adanya Virus Korona yang tersebar.

 “Citilink Indonesia akan terus memantau terkait situasi dan kondisi mengenai Virus Korona yang sedang mewabah dan akan terus melakukan antisipasi penyebaran virus tersebut. Hal ini dilakukan untuk memberikan kenyamanan dan keselamatan seluruh penumpang,” tambah Juliandra. Selanjutnya bagi penumpang yang penerbangannya terdampak, mereka dapat melakukan refund (pengembalian uang tiket), sesuai ketentuan yang berlaku.kbc11

Bagikan artikel ini: