Ingin berbagi pengalaman, penyintas kanker luncurkan buku seri `Hidup Bersama Kanker`

Selasa, 4 Februari 2020 | 10:43 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Sebagai seorang penyintas kanker payudara dan juga wartawan senior di salah satu media nasional ternama, Endri Kurniawati ingin berbagi pengalaman dengan seluruh masyarakat lewat buku bertema "Hidup Bersama Kanker".

Soft launching sengaja dilakukan hari ini untuk menyambut Hari Kanker Dunia yang jatuh pada tanggal 4 Februari. "Dua judul buku ini menandai soft launching peluncuran buku seri yang insya Allah kelak akan terbit dalam beberapa judul," ujar Endri Kurniawati di Surabaya, Selasa (4/2/2020)

Buku pertama berjudul “Tubuhku Panglimaku”, sedangkan buku kedua berjudul, “Mindset Kuncinya” akan terbit bersamaan. Buku pertama seri ini bercerita tentang bagaimana penulis menjaga raganya sejak setelah menjalani pengobatan kanker yang panjang dan berat. Menjaga makanan yang dikonsumsi, menertibkan waktu tidur, menghadapi dan mengatasi efek kemoterapi, dan menjaga agar tetap fit dalam kegiatan sehari-hari. 

Buku kedua berjudul “Mindset Kuncinya” adalah cerita tentang bagaimana merawat jiwa sejak setelah menerima vonis kanker payudara. Ini penting dilakukan karena orang yang memiliki masalah onkologi, biasanya punya masalah psikologi. Buku ini bercerita tentang bagaimana kanker membuat "kurva psikologis" anjlok hingga pulih, kembali bersemangat lagi. Juga tentang cara meredam stress yang ditimbulkan oleh pekerjaan dan kehidupan sosial sehari-hari.

Ada pula kiat menghindari depresi atau kekecewaan ketika tubuh tidak lagi sekuat dulu, sementara cita-cita selalu ada. “Dari kumpulan cerpen ini kita bisa belajar cara mengelola keinginan, berserah, dan bersyukur bahkan pada saat-saat paling sulit seperti melawan kanker,” kata anggota DPR RI, mantan juru bicara kepresidenan, Johan Budi Pribowo.

Buku-buku ini sejatinya adalah buku how to, how to live with cancer. Namun, disajikan dengan teknik storytelling, agar bisa lebih dinikmati ceritanya. Tujuannya adalah agar tulisan dalam buku-buku ini bisa dinikmati seenak membaca cerpen atau novel. Meski begitu, buku-buku ini dilengkapi dengan penjelasan para ahli. 

“Kutipan-kutipan dari pakar masuk ke dalam tulisan dengan cantik tanpa menggurui pembaca,” kata peneliti penyakit tropis Universitas Airlangga yang juga penyintas kanker payudara Dinar Adriaty.

Dengan diksi ringan dan lincah, buku-buku ini diharapkan menjadi bahan edukasi dan bisa lebih mudah diterima berbagai kalangan untuk memahami kanker.

Endri mengaku, buku “Tubuhku Panglimaku” dan “Mindset Kuncinya”, sebenarnya  bukan buku pertamanya . Sebelumnya ada “Kehidupan Kedua Penyintas Kanker” yang terbit pada 2015 secara mandiri. Tempo Publishing menerbitkannya kembali dalam bentuk buku seukuran novel pada 2017 di Jakarta, Institut Terjemahan dan Buku Malaysia menerjemahkannya dalam Bahasa Malaysia dan menerbitkannya di Kuala Lumpur. 

"Anda juga bisa menikmatinya seperti mendengarkan sandiwara radio karena dijadikan file audio sejak 2018. Pada 2019, buku ini bisa dibeli dalam bentuk buku elektronik yang bisa didapatkan di Google Playstore. Saya memilih menulis buku tentang kanker payudara karena saya ingin berbagi cara hidup sehat kepada orang banyak, terutama kepada pasien kanker payudara," kata Endri.

“Buku ini sangat realistis dan solutif. Pengalaman penulis adalah jawaban bagi masalah-masalah yang dihadapi pasien atau penyintas kanker,” ujar Dinar lagi.

Buku seri Hidup Bersama Kanker bercerita bahwa kanker bisa disembuhkan dan pasien kanker bisa melanjutkan kehidupan yang indah. kbc6

Bagikan artikel ini: