Impor mamin asal China disetop, pemerintah jamin pasokan bawang putih aman

Selasa, 4 Februari 2020 | 10:51 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Impor produk makanan dan minuman, serta bahan pangan dari China untuk sementara dihentikan oleh pemerintah untuk memitigasi penyebaran virus corona. Importasi yang akan dihentikan tersebut termasuk bawang putih yang sebagian besar memang diimpor dari negeri Tirai Bambu itu.

"Jadi di sini berkaitan dengan impor, berkaitan dengan bawang putih juga begitu. Impor bawang putih sekarang ini kita harus hati-hati," kata Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto saat meninjau harga bahan pangan di Pasar Senen, Jakarta, Senin (3/2/2020).

Untuk diketahui, Indonesia memenuhi kebutuhan bawang putihnya 90% dari impor. Bagaimana dengan pasokan bawang putih ke depannya?

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo memastikan jika pasokan bawang putih dalam negeri tersedia. "Cadangan untuk bawang putih panen lokal kami sudah siapkan. Insyaallah memenuhi apa yang menjadi kebutuhan. Karena impor yang kemarin kita pun masih punya cadangan menurut hitungan kita," tutur Syahrul.

Sementara Direktur Jenderal Hortikultura Kementan, Prihasto Setyanto mengatakan, hingga saat ini masih ada pasokan 60.000 ton bawang putih sisa impor tahun 2019. "Masih sisa 60.000 ton, iya yang itu impor," kata Prihasto.

Selain sisa impor, Prihasto mengatakan, akan ada panen bawang putih dari 6.000 Hektare (Ha) lahan yang perkiraannya akan menghasilkan 60.000 ton bawang putih.

Panen bawang putih tersebut menurut perhitungannya jatuh di bulan Maret mendatang. "Iya. Kita bulan Maret ini, mulai bulan Maret ada panen cukup luas. Lebih dari 6.000 Ha bawang putih. Kalau 6.000 Ha rata-rata hasilnya 10 ton saja per Ha, itu sudah 60.000 ton," paparnya. kbc10

Bagikan artikel ini: