Kurangi disparitas ekonomi, HIPMI siap majukan ekonomi desa

Selasa, 4 Februari 2020 | 16:44 WIB ET
Pelantikan BPP HIPMI.
Pelantikan BPP HIPMI.

SURABAYA – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) menyatakan siap untuk terlibat mendukung pemerintah memajukan pembangunan desa sebagai pilar kemajuan Indonesia dengan melahirkan sentra-sentra ekonomi perdesaan.

”Bagi HIPMI, desa adalah pilar penting ekonomi Indonesia. Jika 74.000 desa di Indonesia maju dan sejahtera, Indonesia akan menjadi bangsa besar. HIPMI siap membantu pemerintah memajukan desa,” ujar Ketua Umum Badan Pengurus Pusat HIPMI Mardani H. Maming kepada media, Selasa (4/2/2020).

Maming mengatakan, dengan jaringan di seantero Nusantara, HIPMI mempunyai infrastruktur lengkap untuk ikut memajukan desa. 

”Saya sendiri asalnya juga orang desa, jadi memahami betul perjuangan warga desa. Bahkan, di kepengurusan HIPMI 2019-2022, HIPMI secara khusus mempunyai wakil ketua umum bidang pembangunan desa. Ini wujud keseriusan HIPMI ikut membangun desa, sesuai visi Presiden Jokowi,” ujarnya.

Wakil Ketua Bidang Tata Ruang, PU, dan Pembangunan Desa BPP HIPMI, M. Ali Affandi, menambahkan, pihaknya senang karena pemerintah memberi perhatian lebih pada pembangunan desa. Alokasi dana desa dari APBN sepanjang 2015-2019 sudah mencapai Rp257 triliun.  Kemudian, pada 2019-2024, dana desa ditargetkan menembus Rp 400 triliun. Khusus 2020, dana desa mencapai  Rp72 triliun.

”Di tengah tantangan perlambatan ekonomi, kucuran dana desa akan menjadi stimulus bagi pergerakan ekonomi rakyat,” ujar Andi, sapaan akrab Ali Affandi.

Andi mengatakan, jangan sampai dana desa kemudian tidak berujung pada program-program efektif untuk menggerakkan ekonomi lokal. ”Misalnya, masih ada segelintir oknum yang menyalahgunakan dana desa. Tentu itu hanya segelintir dari total 74.000 desa,” ujarnya.

Andi memaparkan, sejumlah strategi disiapkan organisasi pengusaha muda tersebut untuk ikut memajukan desa. Di antaranya adalah mengoptimalkan efektivitas dana desa. HIPMI bisa mendampingi perangkat desa dalam menyusun program ekonomi yang bisa berdampak besar bagi desa, terutama untuk melahirkan sentra ekonomi baru di desa. 

”Kami terbiasa mengoptimalkan sumberdaya terbatas untuk hasil optimal. Low cost, high profit. Kalau konteks dana desa tentu low cost, high impact. HIPMI bisa memetakan potensi desa yang bisa diakselerasi dengan dana desa, atau bermitra dengan anggota HIPMI, agar banyak lahir sentra ekonomi baru yang menyejahterakan warga,” papar Andi yang juga mantan ketua HIPMI Jatim.

Andi berharap, kiprah HIPMI ikut mengurangi disparitas ekonomi desa-kota. Selama ini, jumlah penduduk miskin desa jauh lebih besar dibanding perkotaan. Jumlah penduduk miskin di desa 12,85 persen atau 15,15 juta jiwa. Adapun penduduk miskin kota 6,69 persen atau 9,9 juta jiwa.

”Kami juga berharap bisa mengurangi disparitas kualitas SDM antara desa dan kota,” kata Andi.

Ketua Departemen Kewirausahaan Desa BPP HIPMI M Sirod menjelaskan, HIPMI siap berkolaborasi dengan BUMDes untuk mengakselerasi ekonomi dengan sentuhan teknologi dalam bisnis warga desa. Misalnya, hilirisasi pertanian untuk menciptakan nilai tambah hasil panen rakyat di desa. ”Hilirisasi dengan bantuan teknologi memastikan warga desa memperoleh keuntungan maksimal,” ujarnya.

HIPMI pun siap memberdayakan anak muda desa menjadi pengusaha. ”kami bisa bikin inkubasi bisnis bagi anak-anak muda desa sehingga akan lahir entrepreneur baru berdaya saing dari pelosok Nusantara. Intinya kami siap jalankan program HIPMI Memajukan Desa,” pungkasnya.kbc9

Bagikan artikel ini: