YouTube raup pendapatan iklan US$15,15 miliar di 2019

Rabu, 5 Februari 2020 | 09:47 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: YouTube akhirnya bisa tersenyum. Platform berbagi video itu mencatat telah meraup US$5 miliar (sekitar Rp 68,8 triliun) sepanjang kuartal IV-2019 dari pendapatan iklan.

Laporan itu disampaikan langsung oleh CEO Alphabet, sekaligus CEO Google, Sundar Pichai saat memaparkan pendapatan kuartal Alphabet. 

Secara tahunan, YouTube disebut menghasilkan US$15,15 miliar (Rp 208,1 triliun) sepanjang tahun lalu. Pendapatan ini naik 36,5% dari tahun 2018 yang meraup US$11,2 miliar (Rp 153,8 triliun). 

Angka ini menyumbang 10% dari total pendapatan Google. Pendapatan iklan yang dihasilkan YouTube hampir seperlima dari pendapatan iklan Facebook dan enam kali lebih besar dibanding iklan Twitch, platform video streaming milik Amazon. 

Sebagai perbandingan, Facebook meraup US$21 miliar (Rp 288 triliun) dalam tiga bulan terakhir tahun 2019. Demikian seperti dilansir dari New York Times, Selasa (4/2/2020). 

Dalam kesempatan yang sama, Google juga mengumumkan hasil dari skema berlangganan premium yang tersedia di YouTube mulai akhir tahun 2019 lalu. YouTube Premium adalah skema baru yang diluncurkan YouTube dengan menawarkan konten bebas iklan dengan biaya berlangganan Rp 59.000 per bulan (harga Indonesia). 

Google mengklaim, telah memiliki lebih dari 20 juta pelanggan di YouTube Premium yang sekaligus sudah bisa menikmati YouTube Music. Google juga mengatakan memiliki 2 juta pelanggan layanan TV berbayarnya. Pendapatan dari layanan Premium ini terpisah dari laporan pendapatan YouTube di atas. 

Alphabet mengatakan, pendapatan dari Premium masuk ke kategori "lainnya" yang meraup pendapatan US$ 5,3 miliar (Rp 72,7 triliun). Selain penarikan dari skema berlangganan, kategori "lainnya" juga mencakup sektor hardware, termasuk Google Pixel dan speaker Google Home. 

Secara keseluruhan, total pendapatan Alphabet dari berbagai bisnisnya, mencapai US$ 46 miliar (Rp 613 triliun) pada kuartal terakhir 2019. Angka ini naik 17% dari periode yang sama tahun 2018. kbc10

Bagikan artikel ini: