Isu penyetopan impor dari China, harga bawang putih makin melangit

Rabu, 5 Februari 2020 | 10:44 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Rencana pemerintah untuk melakukan penyetopan sementara impor dari China ditanggapi tengkulak dengan segera menaikkan harga bawang putih di tingkat eceran. 

Saat ini, sesuai dengan data Sistem Informasi dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) per tanggal 5/2/2020 menunjukkan, harga bawang putih di pasar Jawa Timur rata-rata sudah mencapai Rp 51.333 per kilogram, padahal di hari sebelumnya, Selasa (4/2/2020), harga bawang putih di pasaran masih sekitar Rp 46.200 per kilogram. Bahkan di pasar Wonokromo Surabaya, harga kemarin masih sekitar Rp 46.000 per kilogram.

Melambungnya harga bawang putih ini mengakibatkan sejumlah konsumen, utamanya pedagang makanan kelabakan. Mereka mengeluh dan mempertanyakan sebab naiknya harga bawang putih.

"Bawang putih harganya kok tiba-tiba naik tinggi ini kenapa mas? Kemarin saya beli masih sekitar Rp 40 ribu per kilogram, sekarang sudah mencapai Rp 56 ribu per kilogram, seperti harga cabai rawit saja," tanya Kasiati, salah satu pedagang rujak di Desa Pagesangan yang kebetulan berbelanja di pasar Pagesangan Surabaya, Rabu (5/2/2020). 

Menurut Kasiati, tingginya harga bawang putih ini cukup membuatnya resah, walaupun untuk bahan pembuatan rujak, kebutuhannya tidak banyak. "Kalau semua naik kan ya bingung mau jualan. Harga jual dinaikkan nanti kasihan yang beli. Iya kalau mereka tidak protes, kalau protes dan tidak mau beli kan saya juga yang rugi," keluhnya.

Dalam sebuah kesempatan, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa sempat mengaku ketergantungan Jatim terhadap komoditas bawang putih asal China. 

Ia menyebut, hampir 95 persen kebutuhan bawang putih di Jawa Timur yang capai 56.560 ton per tahun dipenuhi dengan cara mengimpor dari negara lain, terutama China. Adapun produksi lokal hanya mampu mencukupi sebanyak 3.040 ton bawang putih setiap tahun.

Untuk itulah, pihaknya berupaya maksimal untuk mengurangi ketergantungan tersebut dengan mendorong seluruh elemen masyarakat untuk melakukan budidaya bawang putih. Pinbas MUI Jawa Timur misalnya, telah bekerja sama dengan Perhutani Divre Jawa Timur menanam bawang putih di 41 hektar lahan Perhutani dengan melibatkan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH).kbc6

Bagikan artikel ini: