DPR sebut anggaran pemindahan ibu kota terlalu besar

Rabu, 5 Februari 2020 | 10:46 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mengkritik rencana pemerintah untuk memindahkan Ibu Kota Negara (IKN) dari Jakarta ke Kalimantan Timur. Pasalnya, anggaran yang digunakan untuk pemindahan ibu kota dinilai terlalu besar.

Hal itu dikatakan Anggota Komisi XI DPR RI, Marwan Cik Asan di ruang rapat Komisi XI, DPR RI, Jakarta, Selasa (4/2/2020).

"Apakah masih relevan dan prioritas mau pindahkan IKN di kondisi kita hari ini dari manapun anggaran Rp 466 triliun dari BUMN, swasta apalagi dari APBN kalau gunakan untuk IKN apa nggak sayang dan saya pikir belum perlu-perlu sekali," katanya.

Menurutnya, rencana ini dari zaman Presiden Soekarno dan SBY pun sudah didorong. Namun tidak juga terealisasikan. Sementara, di periode Pemerintahan Jokowi isu ini kembali digulirkan.

Oleh karena itu, dirinya meminta pemerintah untuk berpikir dan mengkaji ulang mengenai rencana pemindahan ibu kota negara. "Lebih baik uang itu kita gunakan untuk ekonomi nasional di bdiang inevstasi, gimana meningkatkan konsumi masyarskat," imbuh dia.

Di samping itu, upaya pemindahan ibu kota negara juga dinilai dak terlalu urgent. Apalagi, kenaikan kontribusi pertumbuhan ekonomi jika ibu kota pindah ke Pulau Kalimantan hanya mampu mendorong sebesar 0,1 persen.

"Pikirkan kembali pemindahakn IKN apakah sudah urgent? IKN jadi bisa gagal dan bisa suskes kalau sukses, kalau gagal gimana?" tandasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: