Pembatasan angkutan barang dari China, begini pengawasan dari Kemenhub

Kamis, 6 Februari 2020 | 09:02 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Perhubungan bakal bekerja sama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dalam mengawasi penerapan pembatasan angkutan barang dari dan ke China imbas virus Corona.

"Pengawasannya kita kasih ke orang yang di pesawat dan kapal. Kami serahkan juga KKP yang take care para awak kapal maupun awak pesawat, serta pengawasannya," kataMenteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (5/2/2020).

Menurut Menhub, salah satu yang dilakukan KKP adalah melarang awak kapal yang membawa barang dari China untuk tidak turun dari kapal.

"Misal ada treatment di bandara dan pelabuhan. Lalu awak pesawat atau awak kapal nggak turun dari pesawat dan kapal. Ini udah disosialisasi mulai sekarang, itu urusan KKP semua," kata Budi Karya.

Pemerintah sendiri sudah membatasi gerak angkutan barang dari China. Budi Karya menyebut bahwa hanya hewan hidup saja yang dilarang masuk ke Indonesia dari China. Dia menegaskan urusan logistik hingga ekspor impor komoditas lainnya masih berjalan.

"Perlu saya tambahkan bahwa, dari segi logistik tetap jalan. Ekspor impor tetap jalan, tidak ada yang dihalangi. Tidak boleh ada hewan hidup," ungkap Budi Karya.

Selain itu pemerintah juga sudah melarang penerbangan dari dan menuju China. Hal ini dilakukan mulai hari ini sejak pukul 00.00 WIB. Budi Karya menjamin penutupan penerbangan dilakukan sesuai rekomendasi dari WHO.

"Jadi proses penutupan penerbangan kita lakukan setelah Kemenkes mendapatkan rekomendasi dari WHO. Jadi hati-hati, yang lain sudah nutup kita belum nutup. Nah setelah WHO memberikan rekomendasi, kita lakukan. Menentukan itu juga bukan saya yang ambil keputusan, kami laporkan kepada Presiden," jelas Budi Karya.

"Maka Presiden dalam ratas memutuskan Rabu pukul 00.00 dilakukan penundaan," lanjutnya. kbc10

Bagikan artikel ini: