1,1 Juta ton gula rafinasi bakal masuk Indonesia di semester I

Kamis, 6 Februari 2020 | 09:15 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Sebanyak 1,1 juta ton gula rafinasi impor diyakini bakal masuk Indonesia pada semester I tahun 2020 ini. Hal ini menyusul telah dikantonginya izin impor gula oleh sejumlah perusahaan anggota Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia (AGRI) dari Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Ketua AGRI Bernardi Dharmawan mengatakan, surat persetujuan impor (PI) gula tersebut telah diterbitkan pada 31 Januari 2020. Nantinya gula yang diimpor itu digunakan untuk diproduksi menjadi gula kristal rafinasi (GKR).

Menurutnya, izin impor itu digunakan untuk semester I tahun ini dan akan mulai masuk pada pekan depan.

"Sudah diterbitkan izin impor kepada sebagian anggota AGRI untuk diproduksi jadi GKR sekitar 1,1 juta ton untuk semester 1 2020. Sekitar minggu depan sudah mulai masuk," kata Bernardi seperti dikutip, Rabu (5/2/2020).

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi Lukman, mengatakan, dengan dikeluarkannya izin impor tersebut diharapkan dapat mencukupi kebutuhan dalam negeri.

"Namun akan review terus. Kalau tidak cukup akan kami sampaikan ke pemerintah," kata Lukman.

Lukman mengatakan, perkiraan kebutuhan untuk gula konsumsi tahun ini sekitar 2,7 juta sampai 2,8 juta ton. Sedangkan kebutuhan gula untuk industri diperkirakan sebanyak 3,1 juta ton hingga 3,2 juta ton. "Produksi dalam negeri tahun lalu sekitar 2.2 juta ton," kata Lukman.

Sebelumnya AGRI mengklaim sembilan pabrik gula produsen gula kristal rafinasi (GKR) terancam berhenti beroperasi karena kehabisan bahan baku. Hal itu terjadi karena persetujuan impor (PI) gula mentah (raw sugar) belum jugat terbit dari pemerintah.

Sejauh ini, AGRI mengklaim stok gula mentah semakin tipis di sejumlah pabrik. "Apabila izin impor tidak keluar sampai dengan akhir bulan Januari 2020 maka ada sekitar sembilan pabrik GKR akan stop operasi," ujar Ketua AGRI Bernardi Dharmawan.

Menurut Bernardi, berhentinya operasi sembilan pabrik akan berdampak bagi industri makanan minuman (mamin). Pasalnya industri yang tergabung dalam AGRI lah yang memasok kebutuhan Gula Kristal Rafinasi (GKR) industri mamin.

Impor raw sugar untuk industri mamin dilakukan oleh 11 perusahaan yang tergabung dalam AGRI. Antara lain adalah PT Angels Products, PT Jawamanis Rafinasi, PT Sentra Usahatama Jaya, PT Permata Dunia Sukses Utama, PT Dharmapala Usaha Jaya, serta PT Sugar Labinta.

Selain itu, ada pula PT Duta Sugar International, PT Makassar Tene, PT Berkah Manis Makmur, PT Andalan Furnindo, dan PT Medan Sugar Industry. Berikutnya raw sugar diolah menjadi GKR dan didistribusikan kepada industri mamin.

Sebelumnya kuota impor raw sugar untuk tahun 2020 sebesar 3,2 juta ton. Setengah dari angka tersebut direkomendasikan untuk dikeluarkan pada semester pertama tahun 2020. "Rekomendasi yang telah diterbitkan 1,6 juta ton untuk semester satu," terang Bernardi.

AGRI pun telah bersurat kepada Menteri Perdagangan agar segera menerbitkan PI sesuai rekomendasi. Hal itu mendesak mengingat menjelang puasa kebutuhan GKR akan meningkat. kbc10

Bagikan artikel ini: