BEI Jatim targetkan gandeng 20 komunitas startup di program IDX Incubator

Kamis, 6 Februari 2020 | 19:33 WIB ET

SURABAYA - Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Jawa Timur melalui IDX Incubator East Java berharap tahun ini bisa menggandeng 20 komunitas start up dan UMKM untuk aktif mengikuti program IDX Incubator.

Cita Mellisa, Head of IDX Incubator East Java at Indonesia Stock Exchange, menjelaskan IDX Incubator telah memfasilitasi puluhan komunitas, startup dan UMKM untuk meningkatkan kompetensi diri dan mengupdate informasi terkini. Salah satunya melalui forum IDX Talks yang diadakan setiap 3 bulan sekali.

“Setiap gelaran IDX Talks kami mengundang CEO atau Founder untuk sharing dengan topik yang beragam, mengenai perkembangan di dunia industri digital terkini,” katanya pada IDX Talks bertajuk Digital Transformation Outlook 2020, Kamis (23/1/2020).

Pada gelaran IDX Talks kali ini, BEI Jatim mendatangkan dua praktisi dari industri digital untuk berbagi pandangannya tentang inovasi dalam Digital Transformation.

Pembicara pertama, David Boy Tonara, mengangkat tema ‘Innovate or Die’ berdasarkan pengalamannya sebagai akademisi dan professional di bidang kewirausahaan dan inovasi. “Banyak organisasi atau perusahaan yang berinovasi hanya untuk sekedar menciptakan inovasi namun hasilnya tidak berdampak,” tuturnya.

Pembicara kedua, Dewangga Pramananda, menceritakan pengalamannya dalam berinovasi untuk mengembangkan solusi teknologi digital bagi UKM dan industri, khususnya ekspor impor yang menyandang status Kawasan Berikat.

Di hadapan puluhan peserta yang berasal dari berbagai latar belakang profesi, baik itu professional maupun pemilik usaha, dan latar belakang industri, Dewangga mengungkaplan problema yang dihadapi oleh perusahaan-perusahaan Kawasan Berikat dengan adanya kewajiban dari Dirjen Bea dan Cukai untuk menggunakan aplikasi IT inventory yang terintegrasi dengan akuntansi & keuangan perusahaan.

“Saya dengan tim berusaha untuk menghadirkan solusi aplikasi IT Inventory yang terintegrasi sepenuhnya dengan seluruh modul-modul yang dibutuhkan perusahaan, utamanya modul akuntansi & keuangan,” terang Dewangga yang merupakan CEO dari MIDSUIT.

Dia juga menambahkan bahwa aplikasi dan solusi hasil kreasinya dengan timnya telah diimplementasikan di banyak perusahaan Kawasan Berikat dan telah diakui oleh Bea dan Cukai sebagai aplikasi yang telah memenuhi syarat dan ketentuan dari Bea dan Cukai. kbc9

Bagikan artikel ini: