Tambah 500 agent baru, Galaxy bidik omzet tumbuh 25% di 2020

Kamis, 6 Februari 2020 | 22:59 WIB ET
CEO Galaxy Kennard Nugraha (tengah) didampingi Founder Galaxy Fenny Gunawan (kiri) dan CFO Galaxy Veronica Sutantio.
CEO Galaxy Kennard Nugraha (tengah) didampingi Founder Galaxy Fenny Gunawan (kiri) dan CFO Galaxy Veronica Sutantio.

SURABAYA, kabarbisnis.com: Perusahaan agent properti Galaxy meyakini pasar properti tahun ini cukup positif, seiring dengan gencarnya kalangan pengembang membuka proyek baru, selain juga kecenderungan kian rendahnya suku bunga kredit perbankan.

CEO Galaxy, Kennard Nugraha mengatakan, pihaknya menargetkan omzet penjualan akan bertumbuh 25% hingga akhir tahun 2020 ini dibanding pencapaian tahun lalu. Selain banyaknya proyek baru, pihaknya juga gencar merekrut agent pemasaran di tahun ini.

"Tahun ini memang tantangan cukup berat, selain karena persaingan di pasar yang ketat, juga kondisi ekonomi global. Namun kami optimistis bahwa kinerja akan tetap tumbuh. Makanya kami fokus pada sistem dan penguatan tenaga pemasaran," katanya di sela acara Galaxy 2.0 - Annual Awarding Night 2020 di Surabaya, Kamis (6/2/2020).

Dipaparkannya, tahun lalu, meski kondisi pasar properti di Tanah Air melambat, namun pihaknya sukses mencatatkan kinerja positif, dimana penjualan properti baru (primary) naik 10 persen, sedang penjualan properti sekunder tumbuh 20 persen.

"Tahun lalu juga ada penambahan 300 agent baru serta 6 kantor baru. Ini yang juga ikut memberi andil besar bagi peningkatan penjualan Galaxy. Sehingga saat ini jumlah agent kami mencapai 1000 orang," jelas Kennard didampingi Founder Galaxy, Fenny Gunawan.

Untuk tahun ini, pihaknya menargetkan bisa menambah paling tidak 500 agent baru dengan 3-10 kantor baru lagi dengan sistem baru yang disebut sebagai business ownership. Saat ini, Galaxy memiliki 21 kantor yang tersebar di Surabaya, Jakarta, Malang, dan Bali.

“Kami punya program business ownership yakni konsep menciptakan agen untuk bisa mendirikan kantor sendiri di co-office Galaxy tanpa perlu membuka atau menyewa ruko yang kita tahu sangat mahal untuk biaya sewa. Dengan konsep ini kami mendorong Galaxians (sebutan untuk property consultantnya) untuk sama-sama berkembang,” katanya.

Menurut Kennard, dengan sistem business ownership memungkinkan konsultan properti untuk memiliki kantor sendiri bahkan memberikan pedampingan dan pembinaan agar menjalankam bisnis properti sesuai dengan jalurnya.

“Tentu untuk mengikuti program ini ada syaratnya yakni harus memiliki omzet dengan jumlah tertentu dan mampu merekrut serta membina timnya,” imbuhnya.

Kennard menambahkan pada tahun lalu, Galaxy berhasil membuka 3 kantor internal dengan sistem business ownership tersebut. kbc7

Bagikan artikel ini: