Menteri Airlangga minta lembaga pembiayaan naikkan plafon pinjaman ke UMKM

Jum'at, 7 Februari 2020 | 08:55 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah terus mendorong pengembangan usaha mikro kecil menengah (UMKM) agar bisa berdaya saing dan naik kelas. Salah satunya dengan mengarahkan lembaga keuangan penyalur pinjaman mikro menaikkan plafon pembiayaan.

Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai menemui Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Kamis (6/2/2020).

Dia mengatakan, saat ini lembaga pembiayaan mikro seperti PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM dan bank wakaf mikro telah menyalurkan pembiayaan mulai dari Rp3 juta. 

Airlangga menargetkan plafon pembiayaan bisa mencapai Rp10 juta pada tahun ini dan menjadi Rp30 juta pada 2024. 

“Agar dengan peningkatan Rp10 juta itu tahap berikutnya bisa dibiayai oleh KUR. Nah, berikutnya lagi dengan kredit komersial sehingga mereka tidak ada gap. Selama ini ada gap dari antara Rp3 juta -- Rp10 juta ini siapa yang membiayai,” katanya.

PNM merupakan BUMN yang menyasar pembiayaan ke kalangan mikro. Dari tahun ke taun kinerja PNM terus menunjukkan pertumbuhan double digit. Berdasarkan data PNM, perusahaan membukukan pembiayaan senilai Rp24,16 triliun sepanjang 2019, tumbuh 67,68 persen dibandingkan pada 2018 senilai Rp14,41 triliun. 

Pembiayaan PNM sepanjang 2019 sebesar 83,53 persen berasal dari nasabah program Mekaar. Adapun sisanya berasal dari program Unit Layanan Modal Mikro (UlaMM).

PNM telah menyediakan pinjaman kepada nasabah Mekaar dengan plafon Rp2 juta - Rp5 juta. Untuk meningkatkan level pengusaha, PNM telah menyiapkan produk Mekaar plus dengan membidik 200.000 nasabah dengan plafon Rp10 juta - Rp15 juta sejak pertengahan tahun lalu. 

Selain PNM, Airlangga lewat Kementerian Keuangan akan mendorong perluasan jumlah bank wakaf mikro ke berbagai provinsi.

Adapun terkait dengan pembiayaan di level pelaku usaha kecil, pemerintah juga akan memaksimalkan peran PT Bahana Artha Ventura (BAV) agar naik kelas menjadi pengusaha besar. BAV merupakan anak usaha perusahaan plat merah PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (PT BPUI) di sektor modal ventura yang fokus membiayai UMKM. Saham BAV dipegang PT BPUI (64,20 persen), Koperasi Karyawan PT BPUI (0,80 persen), dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk., (35 persen). 

“Bahana punya track record mendorong beberapa pengusaha, makanya ini kita ingin dorong juga agar terjadi graduasi daripada usaha kecil mikro menjadi usaha menengah atau bahkan dijadikan champion ke depan,” tuturnya. kbc10

Bagikan artikel ini: