Apindo ajak dunia usaha bangun soliditas hadapi virus corona

Jum'at, 7 Februari 2020 | 22:53 WIB ET
Ketua Umum Apindo Hariyadi Sukamdani
Ketua Umum Apindo Hariyadi Sukamdani

JAKARTA, kabarbisnis.com: Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani mengungkapkan, virus corona yang saat ini telah mewabah hingga beberapa negara, membuat para pelaku usaha di Indonesia kelimpungan.

Pasalnya, virus yang berasal dari Wuhan, Cina itu telah berhasil memukul perekonomian dalam negeri, utamanya di sektor pariwisata, serta ekspor dan impor.

"Situasi hari ini tidak mudah. Kami mencoba suasana lebih semangat, optimis. (Kita) baru saja (merayakan) Imlek, ada corona. Ini membuat (pengusaha) kelimpungan. Kebetulan sektor saya, pariwisata kerasa banget," ujar Haryadi dalam acara Bussiness Gathering di Jakarta, Jumat (7/2/2020).

Hariyadi menyebutkan, hingga saat ini Indonesia telah membatalkan lebih dari 40.000 penerbangan dari Cina ke Bali. Selain itu, untuk menghindari penyebaran virus corona di Indonesia, pengusaha bahkan juga membatalkan sekitar 20.000 pax atau travel.Begitu juga di sisi ekspor dan impor, yang juga ikut terganggu karena adanya pendemi ini. "Ekspor, impor juga (terganggu), ikan, lifestock terganggu semua," imbuh Hariyadi.

Karenanya, pihaknya meminta kepada para pengusaha untuk membangun kerjasama lebih erat. Agar nantinya, dunia usaha dapat bertahan dari gempuran virus corona.

Meski begitu,Haryadi juga mengaku  Indonesia masih negara yang tergolong beruntung, karena situasi saat ini berjalan lambat. Namun, jika virus corona tidak juga selesai hingga Februari nanti, Hariyadi menilai ekonomi Indonesia dapat tertekan lebih dalam lagi.

"Kita harus membangun kerjasama yang erat antara kita. Kita belum pernah menghadapi situasi seperti hal ini. Untungnya situasinya saat ini low season. Tapi kalo berlanjut sampai pertengahan Februari jadi serius," jelas dia.

Namun, dia juga  menilai ada nilai positifnya dari wabah vius Corona yakni dengan diberhentikanya akses dari dan ke China akibat virus corona ini justru wisatawan domestik akan lebih banyak berwisata di Indonesia."Tapi sekarang jadi ada bagusnya juga, daripada keluar mending ke dalam negeri saja, yang lewat perusahaan tur kita mau kampanye domestik travelernya, karena posisinya kita tidak keluar, dan orang luar juga tidak masuk, mendingan wisata di dalam negeri saja," imbuhnya.

Haryadi  pun kini sedang berusaha untuk menurunkan harga tiket perjalanan domestik. Ini dilakukan untuk mendorong supaya warga Indonesia giat melakukan pariwisata dalam negeri.kbc11

Bagikan artikel ini: