PGN siap pasok kebutuhan LNG untuk kelistrikan

Sabtu, 8 Februari 2020 | 19:37 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGN) siap menjalankan mandat dari Pertamina sebagai holding migas untuk menyediakan pasokan dan pembangunan infrastruktur Liquid Natural Gas (LNG) bagi penyediaan tenaga listrik PT PLN.

Pernyataan ini diungkapkan oleh Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat Hutama di sela Malam Anugerah Kompetisi Jurnalistik PGN 2019 di Jakarta, Jumat (7/2/2020) malam.

Lebih lanjut Rachmat mengatakan bahwa dalam perannya sebagai subholding gas, saat ini PGN telah menuju fase baru dalam memperkuat pengelolaan bisnis gas bumi secara terintegrasi baik melalui pipa, CNG ataupun LNG. 

Dan dalam mewujudkan pemanfaatan gas bumi nasional yang optimal, PGN mendapatkan mandat dari Pertamina untuk menyediakan pasokan LNG bagi PLN. Ia menargetkan, Head of Agreement antara PGN dengan PLN akan dilaksanakan di Triwulan I/2020.

"Berdasarkan keputusan Menteri ESDM nomor 13 tahun 2020, Pertamina menerima penugasan untuk menyediakan pasokan dan membangun infrastruktur LNG untuk PLN. Kemudian untuk mempercepat penyelesaian penugasan tersebut, PGN selaku subholding gas ditunjuk untuk mengkoordinir pelaksanaannya," ujar Rachmad.

Dalam penugasan ini, lanjutnya, PGN akan berkoordinasi dengan PLN maupun afiliasinya untuk dapat menyelesaikan skema bisnis dan penugasan dalam jangka waktu sesuai dengan yang dibutuhkan. Pembangunan infrastruktur LNG untuk pembangkit listrik, volume LNG ditargetkan sebesar 280 BBTUD untuk peningkatan efisiensi PLN.

Penyediaan pasokan LNG untuk konversi pembangkit listrik PLN diharapkan dapat memberikan harga biaya pokok penyediaan tenaga listrik yang lebih rendah dibanding menggunakan bahan bakar lainnya jenis High Speed Diesel (HSD), dengan mengoptimalkan pemanfaatan kargo LNG yang dimiliki Pertamina sejalan bersama implementasi konsolidasi bisnis gas.

"Hal ini cukup rasional dimana selama ini harga gas bumi masih cukup bersaing dibanding dengan BBM. Kami yakin pemerintah akan memberikan dukungan terbaik dalam pencapaian pelaksanaan program," jelas Rachmat. 

Ia juga menegaskan bahwa pengembangan LNG telah menjadi salah satu rencana jangka pendek dan menengah PGN, khususnya dalam meningkatkan realibilitas pasokan gas bumi serta solusi bagi akses gas bumi di wilayah timur Indonesia, termasuk untuk kebutuhan sektor kelistrikan. 

Munculnya Kepmen 13/2020 ini sejalan dengan program dan visi misi PGN dalam mengembangkan infrastruktur gas bumi ke seluruh wilayah Indonesia termasuk pemanfaatan bagi ketahanan energi nasional.

"Penugasan ini juga terkait dengan kebijakan pemerintah untuk mengoptimalkan supply gas dalam negeri. Saat ini dengan adanya subholding gas, maka pengelolaan bisnis gas Pertamina dan tujuan untuk meningkatkan pemanfaatan gas bumi nasional akan semakin fokus bagi pengelolaan ketahanan energi nasional," jelasnya.

PGN berharap milestone ini semakin memperkuat peran subholding gas dalam melayani kebutuhan gas bumi seluruh sektor, khususnya di dalam menekan biaya konsumsi energi yang akan membantu efisiensi dan defisit neraca migas nasional.kbc6

Bagikan artikel ini: