Bikin laba turun, Boeing bakal sertfikasi ulang pesawat 737 Max

Senin, 10 Februari 2020 | 10:50 WIB ET

AMERIKA SERIKAT, kabarbisnis.com: Perusahaan kedirgantaraan Amerika Serikat (AS) Boeing dikabarkan bakal melakukan sertifikasi ulang terhadap pesawat andalannya, 737 Max setelah terjadinya dua kecelakaan fatal yang menewaskan ratusan penumpang.

Rencana ini juga muncul di samping kabar yang menyebutkan terjadinya penurunan laba perusahaan rival Airbus ini.

Menurut penguji penerbangan Boeing 737 MAX yang bermasalah itu memang memiliki kesalahan pada softwarenya.

Meski demikian, Administrasi Penerbangan Federal AS atau Federal Aviation Administration (FAA) bersama dengan pembuat rencana yang berbasis di Chicago mengatakan bahwa masalah ini dapat diselesaikan tanpa memperpanjang tenggat waktu yang ditargetkan untuk kembali beroperasinya pesawat jenis ini.

Dikutip dari laman SputnikNews, Minggu (9/2/2020), berita terkait tidak sempurnanya software pada pesawat ini terungkap dalam sebuah acara industri penerbangan di London, Inggris, di mana Ketua FAA Steve Dickson menyebutkan masalah tersebut namun ia tidak yakin bahwa masalah yang dialami Boeing 737 MAX ini akan berdampak signifikan.

Dickson menyatakan bahwa sertifikasi utama penerbangan dapat dilakukan dalam beberapa pekan ke depan. Hal ini tergantung pada apakah Boeing dapat memperbaiki masalah ini.

Dalam sebuah pernyataan resminya, Boeing juga menjelaskan bahwa pihaknya sedang bekerja keras untuk menyelesaikan masalah tersebut. Sehingga masalah ini diharapkan tidak akan mempengaruhi tanggal target pengembalian pesawat ke pasaran di musim panas 2020.

Pernyataan Boeing ini disampaikan menyusul dukungan yang diberikan perusahaan tersebut pada pelatihan simulator pilot. Meskipun tanggal pengembalian pesawat ke pasaran pada akhirnya diputuskan oleh regulator.

Karena krisis yang dialami, Boeing membukukan kerugian pendapatan tahunan sebesar US$17,91 miliar hanya dalam waktu tiga bulan pertama di 2019. Angka ini turun jika dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang mencapai US$28,34 miliar.

Perlu diketahui, masalah seputar Maneuvering Characteristics Augmented Systems (MCAS) pesawat disebut menjadi penyebab terjadinya dua kecelakaan pesawat di Indonesia dan Ethiopia yang menewaskan total 346 penumpang dan awak kabin.

Eksekutif Boeing juga menghentikan produksi 737 MAX setelah keputusan FAA pada tahun lalu untuk tidak melakukan sertifikasi ulang terhadap pesawat ini sebelum tahun 2020. kbc10

Bagikan artikel ini: