Bea Cukai RI dan Korea kerja sama cegah impor makeup Iiegal

Senin, 10 Februari 2020 | 19:53 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu), terus berupaya untuk menekan impor barang ilegal dari Korea Selatan.

Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi mengungkapkan, pihaknya telah melakukan perjanjian kerja sama dengan DJBC Korea Selatan. Kerja sama ini, tertuang dalam Authorized Economic Operator Mutual Recognition Arrangement (AEO MRA) dan pertukaran data elektronik SKA/ Electronic Certificate Of Origin (E-COO).

"Kerja sama ini bagian dari pemerintah, untuk menekan under value dan pemalsuan COO. Pasalnya dengan COO, bisa diberi privilage, tarif yang berbeda," kata dia di Gedung Kementerian Keuangan Jakarta, Senin (10/2/2020).

Dikatakannya, data origin ekspor-impor pengusaha ini mudah untuk dipalsukan. Maka itu, lewat transaksi online, segala sesuatu yang tadinya bersifat tradisional, atau harus menggunakan hardcopy, pemalsuan barang akan bisa dicegah.

"Kami dan DJBC Korsel saat ini juga telah bersinergi untuk melakukan penukaran data secara real time. Jadi, semua barang impor dari Korea akan diterapkan melalui sistem yang ada sekarang, termasuk makeup. Semua barang termasuk makeup akan kita terapkan," ungkap dia.

Pihaknya berharap kerja sama ini, bisa meningkatkan volume perdagangan kedua negara. "Di mana data saat ini menunjukkan devisa ekspor Indonesia mencapai (FOB) US$7,3 miliar dan devisa impor Indonesia mencapai (CIF) US$9,2 miliar," kata dia. kbc10

Bagikan artikel ini: