Kementan buka keran impor bawang putih 103 ribu ton dari China

Senin, 10 Februari 2020 | 21:50 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Pertanian (Kementan) telah menerbitkan rekomendasi impor produk hortikultura (RIPH) untuk komoditas bawang putih sebesar 103.000 ton dari China.

Dirjen Hortikultra Kementan Prihasto Setyanto mengatakan pemerintah memutuskan tidak menggganti negara alternatif untuk memasok bawang putih untuk kebutuhan dalam negeri. Pasalnya tanaman bukan menjadi sarana penularan virus corona.

Alhasil, dalam rakortas baru-baru ini memutuskan tetap mengimpor bawang putih dari Negara Tirai Bambu tersebut. “Kami buka (keran impor) lagi,”ujar Prihasto di Jakarta, Senin (10/2/2020).

Prihasto menegaskan impor tersebut dilakukan guna menambah stok bawang putih di dalam negeri yang mulai menipis. Catatannya menyebutkan stok bawang putih sebesar 70.000 ton yang hanya mencukupi kebutuhan hingga Maret 2020 mendatang.

Kendati tidak menjelaskan berapa banyak perusahaan yang mendapatkan RIPH tersebut, namun Prihasto memastikan RIPH yang diberikan tengah diproses di Kementerian Perdagangan untuk mendapatkan persetujuan impor.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), harga bawang putih sampai Senin (10/2/2020) sudah mencapai Rp 55.300 per kg.Namun di pasarPrihasto mengaku tingginya harga karena pasokan bawang putih yang menipis. Dia berharap, harga bawang putih pun kembali stabil setelah impor dapat  direalisasikan.

Nantinya, RIPH yang diberikan pun untuk memenuhi kebutuhan bawang putih beberapa bulan berikutnya.Menurutnya kebutuhan bawang putih nasional sekitar 560.000-580.000 ton per tahun atau sekitar 47.000 ton per bulan.

Sementara kemampuan produksi dalam negeri hanya sekitar 85.000 ton."Dari data yang ada, produksi bawang putih dalam negeri sekitar 85.000 ton, tetapi itu difokuskan untuk benih dulu, supaya kalau kita ngejar dirproduksi dalam negeri bawang putih itu," jelas Prihasto seraya menambahkan pemerintah tetap meningkatkan kewaspadaan setiap celah yang menjadi resiko penyebaran virus corona.

Sebagai informasi, Indonesia masih tergantung pada impor bawang putih dari Tiongkok. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), impor bawang putih pada 2019 mencapai 465.000 ton atau setara US$ 529,96 juta, seluruhnya berasal dari Negeri Panda. Sedangkan pada 2018, impor bawang putih mencapai 582.990u ton atau setara US$ 497,25 juta. Impor tersebut berasal dari Tiongkok sebanyak 580.840 ton, Taiwan sebanyak 1,68 juta ton, India 464 ton, Singapura 36 kilogram, dan Malaysia 14 kilogram.kbc11

Bagikan artikel ini: