Siap-siap! Harga barang impor China bakal melonjak

Rabu, 12 Februari 2020 | 08:54 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Harga sejumlah barang yang diimpor dari China diprediksi bakal melonjak akibat mewabahnya virus corona. Hal itu bisa saja terjadi jika wabah corona berkepanjangan, sehingga melumpuhkan produktivitas industri China. Saat produktivitas industri goyah maka pasokan barang ke pasar pun seret, dan harga melambung.

Hal itu dikatakan Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Ahmad Heri Firdaus, Selasa (11/2/2020). "Kalau kelangkaan kan otomatis harganya naik, jadi lebih mahal ya," katanya.

Heri menjelaskan, produk yang cukup banyak diimpor Indonesia dari China adalah elektronik, telekomunikasi, dan tekstil.

"Barang konsumsi kita selama ini kalau dari China impornya komponen elektronik dan elektronik. Kemudian telekomunikasi kayak handphone gitu, gadget. Terus tekstil dan turunannya atau produk-produk tekstil. Itu tiga produk yang mungkin akan mengalami shock ya," jelasnya.

Seperti dilansir dari Reuters, Foxconn sebagai perusahaan perakit iPhone telah dipaksa pemerintah China untuk menyetop hampir semua fasilitas produksinya di China. Bahkan pengapalan iPhone diprediksi akan menurun 10% menjadi 36-40 juta unit ponsel pada kuartal I-2020 ini. Penyebab penurunan tersebut adalah virus corona.

"Yang menjadi permasalahan adalah kalau pabrik itu tutup semua sehingga suplainya ke luar berhenti dan berimbas ke Indonesia. Dan yang beli barang kan bukan cuma Indonesia doang tapi mungkin Jepang, Korea pada beli dari situ sehingga adanya kelangkaan," jelas Heri.

Dia mencontohkan, kejadian banjir besar yang pernah terjadi di Bangkok, Thailand. Itu membuat harga elektronik di Indonesia mengalami kenaikan. Pola yang sama bisa terjadi karena dipicu wabah virus corona. Namun berapa kenaikan harganya, menurut Heri belum bisa diperkirakan.

"Dulu saya ingat ada banjir di Bangkok, di Thailand, nah itu mengguncang harga elektronik kita. Waktu itu harganya naik beberapa persen. Nah ini mungkin ada kemiripan. Intinya kalau ada shock, ada guncangan di pusat produksinya itu akan berdampak kepada harga di sini," pungkasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: