Pengusaha sebut aturan wajib tanam bikin harga bawang putih melonjak

Rabu, 12 Februari 2020 | 10:09 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kebijakan pemerintah yang ketat terkait importasi bawang putih dinilai menjadi penyebab fluktuasi harga komoditas tersebut. Beleid tersebut diantaranya dengan mewajibkan importir melakukan penanaman di dalam negeri.

Ketua Perkumpulan Pengusaha Bawang Nusantara (PPBN) Mulyadi mengatakan, masalah virus corona dari China yang mencuat dalam beberapa waktu terakhir sama sekali tidak menganggu perdagangan bawang putih. Di satu sisi, pemerintah juga tidak melarang impor produk hortikultura asal China hingga saat ini.

"Jadi kendala memang saat ini adalah ketatnya aturan untuk mendapatkan rekomendasi impor produk hortikultura (RIPH), yaitu dengan cara wajib tanam bawang putih. Itu menjadi kendala bagi kami," kata Mulyadi, Selasa (11/2/2020).

Seperti diketahui, importir hingga saat ini tetap diwajibkan untuk melakukan penanaman bawang putih dan menghasilkan 5 persen dari total kuota impor yang diajukan kepada pemerintah. Periode 2017-2019, RIPH dapat keluar jika impor sudah menyelesaikan kewajiban tanam.

Mulai tahun 2020 ini, pemerintah meringankan aturan dengan cara kewajiban tanam dapat dilakukan setelah RIPH diterbitkan. Pengusaha yang tidak menjalankan wajib tanam setelah RIPH diterbitkan tidak akan mendapatkan RIPH pada tahun berikutnya.

Mulyadi mengatakan, perubahan kebijakan importasi bawang putih dari tahun ke tahun tetap dipandang sangat ketat bagi pengusaha. Hingga saat ini, komoditas bawang putih bahkan menjadi produk hortikultura strategis dari yang sebelumnya bukan produk strategis.

Menurut Mulyadi, Kementan baru saja telah menerbitkan rekomendasi impor untuk bawang putih kepada lima perusahaan dari sekitar 250 perusahaan importir bawang putih.

Hanya saja, diterbitkannya rekomendasi impor bawang putih cukup terlambat. Sebab, pengusaha telah mengajukan izin rekomendasi sejak akhir tahun lalu dengan harapan pasokan bawang putih impor sudah tersedia di awal tahun dan bisa mencukupi kebutuhan.

Ketua Asosiasi Hortikultura Nasional, Anton Muslim, menduga terdapat permainan di tubuh pemerintah dalam penerbitan rekomendasi impor bawang putih. Di satu sisi, naiknya harga bawang putih disinyalir akibat adanya spekulan harga bawang putih memanfaatkan situasi domestik yang sempat ingin memperketat impor produk hortikultura dari China.

"Kita harus waspadai hal-hal seperti ini. Tentu ada yang tidak beres karena dari tahun ke tahun masalah ini terus yang muncul," kata Anton. kbc10

Bagikan artikel ini: