Pendapatan KAI melesat 13,2% jadi Rp22,6 triliun di tahun lalu

Rabu, 12 Februari 2020 | 23:51 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI berhasil meraup pendapatan sebesar Rp 22,6 triliun (unaudited) sepanjang 2019. Angka ini naik 13,2 persen dibanding tahun 2018 yang sebesar Rp 19,95 triliun.

"Jumat ini mau closing, kami lagi diskusi dengan KAP (Kantor Akuntan Publik), mungkin akhir bulan kami bikin ekspos," kata Direktur Keuangan KAI Didiek Hartantyo saat ditemui usai mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR, Jakarta, Senin (10/2/2020).

Didiek menyebut, penyumbang terbesar dari kenaikan pendapatan KAI ini masih berasal dari pendapatan penumpang kereta antar kota. Jumlahnya mencapai 19 persen dari total pendapatan.

Selain itu, dengan angka Rp 22,6 triliun ini, maka pendapatan KAI terus naik sejak dua tahun terakhir. Tahun 2017, pendapatan KAI yaitu sebesar Rp 17,94 triliun, naik menjadi 11,2 persen pada 2018.

Meski demikian, Didiek belum mau mengungkap berapa laba bersih yang bisa diraup perusahaan sepanjang 2019. November 2019, Didiek menyebut target laba bersih KAI adalah Rp 1,8 triliun. "Nanti saja lah itu (laba bersih)," kata dia.

Terakhir, jumlah penumpang dan volume kargo yang diangkut KAI sepanjang 2019 juga mengalami kenaikan. Jumlah penumpang mencapai 429 juta, naik 4 juta dari tahun sebelumnya. Sementara, volume kargo mencapai 47,2 juta ton, naik 2 juta ton dari 2018. kbc10

Bagikan artikel ini: