Penetrasi ekonomi digital RI paling pesat di Asean

Rabu, 12 Februari 2020 | 23:55 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Penetrasi ekonomi berbasis digital di kawasan Asia Tenggara (Adenan) terbilang pesat. Pasalnya 7 dari 10 perusahaan diantaranya berbasis teknologi.Padahal sebelumnya didominasi dari oil and gas.

"Diprediksi penetrasi sekitar US$245 miliar di tahun 2025 berasal dari ekonomi digital, kue bisnis ini berkontribusi mencapai 40 % dari total perekonomian di Asean," kata Fadel Muhammad Wakil Ketua MPR pada acara Indonesia Digital Innovation Award 2020 di Jakarta, Rabu (12/2/2020).

Data tersebut mengutip dari google dan Temasek.Ditaksir ditahun 2019 lalu , penetasinya sudah menembus US$ 100 miliar.Fadel mengatakan perkembangan teknologi terus berkembang kalau di Indonesia 4G.Namun di China melompat jauh ke 6G."Perkembangan luar biasa. kita ingin memberikan reward atau penghargaan kepada mereka yang memberi perhatian," katanya.

Menurut Fadel dalam beberapa tahun terakhir perkembangan digital teknologi di Indonesia semakin menunjukkan peran yang sangat penting. Salah satu contoh, bertambahnya jumlah start-up yang berstatus unicorn atau yang memiliki valuasi di atas US$1 miliar.

Pada tahun 2019, penetrasi  ekonomi digital Indonesia ditaksir sudah mencapai US$ 40 miliar.Padahal ditahun 2015, valuasinya baru sebesar US$ 8 miliar.

Disrupsi yang hadir pada berbagai sektor industri akibat kemajuan teknologi yang pesat secara tidak langsung telah mengubah peta persaingan bisnis di Indonesia.

Pada laporan Hoosuite 2019, kata Fadel jumlah pengguna internet di Indonesia berjumlah 150 juta, tumbuh sekitar 13 %dibandingkan tahun sebelumnya. Semakin terhubungnya masyarakat dengan internet, telah menggeser kebiasaan dan pola hidup menjadi lebih terkoneksi dan real-time. 

Ekspektasi masyarakat terhadap suatu produk dan layanan pun menjadi meningkat. Perusahaan kini lebih dituntut untuk dapat memenuhi perubahan tersebut. Inovasi dalam hal digital dan teknologi menjadi kunci penting bagi perusahaan agar dapat bersaing dalam memenangkan hati masyarakat.

CEO Warta Ekonomi Muhammad Ihsan mengatakan melalui event Indonesia Digital Innovation Award 2020: Embracing Culture Through Collaboration memberikan apresiasi kepada 73 perusahaan (daftar terlampir) yang mampu menghasilkan inovasi terbaik dalam hal produk dan layanan berbasis digital sehingga tetap bertahan dan berkembang di tengah sengitnya persaingan industri. Pemberian penghargaan ini diharapkan dapat mendorong perusahaan-perusahaan lainnya untuk mengembangkan bisnisnya agar semakin terdigitalisasi.

Perusahaan-perusahaan tersebut berasal dari berbagai sektor seperti perbankan, asuransi jiwa, asuransi umum, jasa keuangan, sekuriti, telekomunikasi, properti & konstruksi, retail, startup, teknologi informasi, farmasi & kesehatan, migas, logistik, dan poultry.kbc11

Bagikan artikel ini: