Dukung UMKM kuliner, Grab resmikan lima GrabKitchen di Surabaya

Kamis, 13 Februari 2020 | 00:56 WIB ET
Dari kiri; Edrick Joe Soetanto (Co-Founder Greenly), Hadi Surya Koe (Head of Marketing GrabFood, Grab Indonesia), Sai Alluri (Head of GrabKitchen), dan Ehsan (Pemilik Ayam Bakar Taliwang Sasak Tulen) pada peluncuran GrabKitchen Surabaya.
Dari kiri; Edrick Joe Soetanto (Co-Founder Greenly), Hadi Surya Koe (Head of Marketing GrabFood, Grab Indonesia), Sai Alluri (Head of GrabKitchen), dan Ehsan (Pemilik Ayam Bakar Taliwang Sasak Tulen) pada peluncuran GrabKitchen Surabaya.

SURABAYA, kabarbisnis.com: Aplikasi serba bisa terkemuka di Asia Tenggara, Grab resmi meresmikan GrabKitchen di Surabaya. Tak tanggung-tangung, sebanyak lima titik GrabKitchen berlokasi di Kertajaya, Kedungsari, Tenggilis, Darmo Permai, dan Pasar Atom siap memudahkan konsumen dalam memesan makanan di lebih dari satu mitra GrabFood di setiap lokasi.

GrabKitchen merupakan sebuah cloud kitchen yang menyatukan berbagai pilihan makanan dan minuman (F&B) dalam satu lokasi untuk menjawab permintaan pasar yang belum terpenuhi di wilayah-wilayah tertentu lewat pemanfaatan data. Melalui GrabKitchen, para mitra GrabFood dapat mendorong pertumbuhan bisnis mereka dengan biaya dan risiko yang rendah sekaligus mengembangkan bisnis mereka di wilayah-wilayah baru. Hal ini juga akan mendorong mereka untuk menjangkau lebih banyak pelanggan sehingga dikenal lebih luas oleh masyarakat.

Head of Marketing GrabFood, Grab Indonesia, Hadi Surya Koe mengatakan, perluasan jaringan GrabKitchen ini merupakan wujud nyata komitmen GrabFood untuk tumbuh bersama para mitra usahanya, mulai dari jaringan restoran terkemuka internasional dan nasional, hingga ke warung-warung lokal di Tanah Air. 

”Peresmian GrabKitchen di Surabaya ini mencerminkan prestasi bisnis yang berhasil kami catatkan sepanjang 2019 dimana GrabFood telah menjadi layanan pesan-antar makanan terbesar di Asia Tenggara, dengan pertumbuhan GMV (gross merchandise value) mencapai 5,2x dan pengguna aktif meningkat hingga 173%," katanya di sela peresmian GrabKitchen di Surabaya, Rabu (12/2/2020).

Di Indonesia sendiri, Hadi bilang, GrabFood telah menjadi platform pesan-antar #1 yang paling sering digunakan di Indonesia dengan pertumbuhan GMV mencapai 4,8x, jumlah pengguna aktif meningkat sebesar 2,1x dan mitra merchant GrabFood tumbuh 1,9x pada periode Januari - Desember 2019. 

"GrabFood bangga dapat menjadi pelopor transformasi layanan pesan-antar makanan di Indonesia melalui GrabKitchen untuk mendorong pertumbuhan bisnis mitra merchant kami, sekaligus memanjakan pelanggan dengan lebih banyak pilihan santapan," jelasnya.

Ditambahkan Hadi, mitra GrabFood yang notabene skala usaha mikro kecil menengah (UMKM), GrabKitchen menawarkan peluang ekspansi ke wilayah-wilayah baru serta membuka kesempatan untuk memperluas pasar melalui pemanfaatan teknologi dan data.

Konsep cloud kitchen juga dapat membantu menekan biaya operasional, karena sebagian besar dari kegiatan cloud kitchen merupakan layanan delivery-only sehingga mereka tidak perlu mengeluarkan investasi besar untuk biaya sewa tempat. Selain itu, para mitra usaha juga mendapatkan dukungan pemasaran dalam aplikasi GrabFood sebagai upaya untuk meminimalisir sejumlah kendala yang umumnya dihadapi para pengusaha makanan dan minuman ketika mereka berekspansi atau bahkan memulai bisnis mereka. 

Data perhitungan Kementerian Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) mencatat bahwa pada 2017 terdapat total 62.922.617 unit UMKM. Proporsinya adalah sejumlah 62.106.900 unit merupakan usaha mikro; sejumlah 757.090 merupakan usaha kecil; dan sejumlah 58.627 merupakan usaha menengah. 

Sedangkan di Surabaya sendiri, lapangan usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum merupakan salah satu kontributor terbesar dalam pertumbuhan ekonomi Kota Surabaya tahun 2018. Pembentukan PDRB Kota Surabaya pada tahun 2018 dihasilkan oleh lapangan usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 16,30 persen.

Ini menunjukkan bahwa industri makanan dan minuman memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap pertumbuhan ekonomi Kota Pahlawan. 

Sebelumnya, hasil riset Center for Strategic and International Study (CSIS) dan Tenggara Strategic menyebutkan bahwa pada 2018 lalu, Grab berkontribusi sebesar Rp8,9 triliun untuk perekonomian Kota Surabaya dengan kontribusi terbesar dihasilkan oleh mitra GrabFood sejumlah Rp4,2 triliun

Industri kuliner setempat pun mengalami peningkatan pertumbuhan. Penjualan rata-rata mingguan mitra GrabFood meningkat sebesar 34%. Selain meningkatkan pendapatan para mitra, Grab juga berkontribusi dalam penciptaan lapangan kerja. 

“Kehadiran GrabKitchen Surabaya ini diharapkan bisa mendorong pertumbuhan bisnis UMKM, terutama yang bergerak di bidang kuliner, sehingga bisa memberikan dampak positif pada perekonomian setempat,” terang Hadi.

Berdasarkan analisis mendalam tentang pola perjalanan mitra pengantaran, lokasi pemesanan, dan pilihan makanan serta minuman yang dipesan melalui GrabFood, pelanggan di Kota Pahlawan menginginkan lebih banyak variasi hidangan olahan ayam dan bebek, mie, chinese food, salad, burger, batagor, pempek hingga minuman kopi.

Untuk memenuhi selera pelanggan yang beragam berdasarkan analisis data tersebut, GrabKitchen menjalin kerja sama dengan lebih dari 50 Mitra GrabFood yang kini tergabung dalam lima GrabKitchen di Surabaya antara lain 7Seven Chicken Crispy, Ayam Bakar Taliwang Sasak Tulen, Ayam Geprek Mr. Suprek, Batagor Budi Mulia, Bebek Palupi, Burger Gedhe n Roti Jhon, Greenly, Kopi Studio 24, Lazizaa, Mie Baraccung, Mie Setan, Pempek Farina, Uncle W Chinese Food Halal, dan merchant unggulan lokal Surabaya lainnya.

Pada kesempatan yang sama, Co-Founder Greenly, Edrick Joe Soetanto menuturkan, konsep cloud kitchen adalah peluang bisnis baru yang menjanjikan usahanya. Jangkauan yang luas dan besarnya basis konsumen yang dimiliki Grab meyakinkannya bahwa GrabKitchen merupakan sarana pengembangan bisnis yang tepat dengan investasi yang relatif lebih rendah dibandingkan membuka cabang baru yang membutuhkan modal besar.

Sementara itu, Ehsan, Pemilik Ayam Bakar Taliwang Sasak Tulen, mengatakan, pihaknya sangat senang dapat mengembangkan usaha kami bersama GrabKitchen. "Hal yang menarik dari konsep cloud kitchen yang ditawarkan Grab adalah kesempatan bagi kami untuk fokus melayani permintaan konsumen berkat dukungan GrabKitchen mulai dari operasional yang minim risiko hingga skema pemasaran yang didasarkan pada data sehingga peluang kami untuk sukses pun lebih besar," ujarnya.

Sejak diperkenalkan pertama kalinya oleh Grab ke masyarakat Indonesia pada September 2018 di Jakarta, GrabKitchen telah menjadi solusi inovatif untuk menjembatani kesenjangan permintaan pelanggan dalam menyediakan berbagai pilihan makanan dan minuman favorit.  Saat ini, lebih dari 40 GrabKitchen telah beroperasi di Indonesia yang tersebar di Jabodetabek, Bandung, Bali, Medan, dan Surabaya. kbc7

Bagikan artikel ini: