Sukses tahap 1, Ciputra Group kembali pasarkan ratusan rumah dan ruko Citraland Driyorejo CBD

Jum'at, 14 Februari 2020 | 09:56 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Sukses memasarkan proyek di tahap 1, pengembang properti Ciputra Group kembali membuka penjualan rumah dan ruko di Citraland Driyorejo CBD – Gresik tahap 2.

Ada sebanyak 250 unit rumah dengan berbagai tipe dan 60 unit ruko yang ditawarkan pada tahap 2 kali ini dengan harga mulai Rp 850 jutaan.

General Manager CitraLand Driyorejo CBD, Cholief Choerrasjaini mengatakan, saat ini pihaknya siap memulai ground breaking pembangunan produk rumah dan ruko. Ini menyusul bakal dirampungkannya pembangunan sarana dan prasarana di proyek seluas 12 hektare tersebut.

"Makanya kami juga imbnagi dengan memulai penjualan di tahap dua, guna menjawab permintaan masyarakat yang kehabisan unit di tahap 1 lalu," katanya usai product knowledge dengan para agent properti di Ciputra World Surabaya, Kamis (13/2/2020).

Dijelaskannya, CitraLand Driyorejo CBD menawarkan total sebanyak 658 unit, yang terdiri dari sebanyak 370 unit berupa rumah dan kavling, dan 246 unit ruko.

"Dari jumlah tersebut, pada tahap 1 lalu sudah terjual sebanyak 164 unit rumah dan 86 unit ruko," jelas Cholief.

Jika mengacu pada penjualan pada tahap 1 lalu, dia optimistis penjualan tahap 2 juga akan mendapatkan animo tinggi dari calon konsumen.

"Apalagi kami telah melakukan pembangunan sarana dan prasaranadi lokasi proyek. Selain gerbang utama dan bangunan ikonik bianglala, pihaknya juga sudah menyelesaikan pembangunan jalan utama, infrastruktur dan fasilitas pendukung," paparnya.

Marketing Manager CitraLand Driyorejo CBD, Andreas Yossianto menambahkan, pihaknya menawarkan sebanyak 8 tipe pilihan untuk satu dan dua lantai. Tipe mulai kecil yakni Chester Deluxe LB 37/LT 70 untuk rumah 1 lantai hingga rumah dua lantai yang terbesar tipe Albert LB 116/LT 128.

"Harga yang kami patok mulai Rp 850 jutaan per unit rumah. Harga tersebut telah mengalami kenaikan sekitar 12 persen sejak diluncurkan pada Juli 2019 lalu," ungkapnya.

Menurut Andreas, mayoritas yang membeli di CitraLand Driyorejo CBD adalah end user. Selain dari Surabaya dan sekitarnya, juga banyak yang dari luar kota seperti Malang. Karena akses ke lokasi sangat mudah, sebab dekat dengan exit tol Driyorejo.

"Kami menargetkan saat pembukaan penjualan melalui NUP (nomor urut pemesanan) pada sekitar dua pekan lagi, minimal 50 persen dari yang kita pasarkan bisa terjual," ujar Andreas.

Direktur PT Ciputra Development Tbk, Agung Krisprimandoyo menuturkan, pihaknya sengaja gerak cepat dalam penjualan maupun pembangunan di proyek CitraLand Driyorejo CBD, dengan melibatkan kalangan agent property dan perbankan.

"Ini momen yang pas karena tahun ini prediksi banyak pihak pasar properti akan bangkit, dan kami bersyukur bahwa proyek di lapangan sudah siap," tandasnya.

Salah satu pendorong penjualan adalah turunnya suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) oleh dua bank besar, yakni BCA dan Bank Mandiri. BCA misalnya, saat ini mematok bunga KPR 4,63% fixed 1 tahun. Sedangkan Bank Mandiri mematok bunga 4,59% fixed 1 tahun.

Penurunan bunga KPR oleh bank tersebut juga ditambah dengan adanya subsidi bunga yang diberikan pengembang sebesar 2%  hingga 4% untuk produknya. Namun khusus subsidi sebesar 4% hanya diberikan kepada pembeli untuk rumah siap huni (ready stock).

"Kami memiliki 6 unit rumah contoh yang juga bisa dibeli," ungkap Agung.

Ditambahkannya, potensi pasar CitraLand Driyorejo CBD cukup besar selain karena kawasan yang berkembang, juga dukungan lokasi yang dengan dengan akses jalan tol. Pihaknya juga akan mengembangkan sebagai kota mandiri. Selain rumah tapak, juga dibangun ruko, dan apartemen.

"Dan nilai investasi CitraLand Driyorejo CBD akan meningkat dengan adanya perluasan akses dari Wiyung. Memiliki keunggulan lokasi strategis, dekat dengan akses masuk tol SUMO dan exit tol Driyorejo, dimana hanya 700 meter dari pintu tol," pungkas Agung. kbc7

Bagikan artikel ini: