Keren! Rest area di tol Probowangi miliki pemandangan tebing dan Selat Bali

Jum'at, 14 Februari 2020 | 10:56 WIB ET

BANYUWANGI, kabarbisnis.com: Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) menargetkan penetapan lokasi (penlok) pembangunan jalan tol Probolinggo-Banyuwangi (Probowangi) Seksi 3 yakni wilayah Banyuwangi rampung pada Februari 2020 ini.

Sekretaris BPJT Abram Elsajaya Barus bersama Direktur Utama PT Jasa Marga Probolinggo-Banyuwangi (JPB), Dominicus Hari Pratama mengatakan, pihaknya telah menggelar rapat dengan PT ASDP untuk membahas integrasi sistem terkait jalan tol.

"Untuk Banyuwangi, setelah penlok, lalu kami upayakan pembebasan tanahnya dan dalam waktu dekat mulai ada pembayaran. Mudah-mudahan pembebasan tanah segera selesai dan kami segera bangun," kata Abram dalam keterangan tertulis, Kamis (13/2/2020).

Direktur Utama PT Jasa Marga Probolinggo-Banyuwangi (JPB), Hari menjelaskan bahwa penetapan lokasi untuk ruas yang di Banyuwangi diperkirakan akan rampung pada Februari 2020 ini

“Kalau Surat Keputusan (SK) penetapan lokasi untuk wilayah Probolinggo dan Situbondo sudah diterbitkan. Untuk Banyuwangi, harapan kami satu bulan ini sudah keluar, sehingga pembebasan lahannya bulan Maret sudah bisa dimulai,” kata Hari.

Setelah pembebasan lahan selesai, kata Hari, konstruksi akan segera dimulai. "Sehingga harapannya, pembangunan tol Probowangi bisa selesai sesuai target pada 2025 mendatang,” ujar Hari.

Hari menambahkan jalan tol Probowangi akan dibangun dengan lebar dua jalur untuk masing-masing ruas. Untuk rest area, lanjutnya, akan dibangun di Watudodol, Wongsorejo dengan desain selayaknya destinasi wisata.

"Rencananya dibangun dengan memanfaatkan tebing. Rest area akan dibuat terasiring menghadap langsung ke Selat Bali. Sehingga pemandangan Selat dan Pulau Bali benar-benar bisa dinikmati sembari beristirahat di rest area," terangnya.

“Ini akan menjadi ikon baru yang menambah daya tarik Banyuwangi. Ikon baru ini sekaligus menjadikan ruas tol Probowangi di Banyuwangi sebagai ruas terbaik di grup kami,” ujarnya.

Sebelumnya, Pemkab Banyuwangi bersama pemprov Jawa Timur telah melakukan sosialisasi publik kepada 800 warga, yang lahannya terdampak pembebasan lahan pembangunan jalan tol Probowangi di Banyuwangi.

Hasilnya, seluruh warga terdampak menyetujui dan sudah menandatangani berita acara persetujuan pembebasan lahannya. Berita acara inilah yang menjadi dasar penerbitan SK Penlok oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Selanjutnya, setelah SK Penlok diterbitkan, akan segera dibentuk tim pelaksana pengadaan tanah (P2T) dan Satgas yang akan membantu proses pembebasan lahan. Satgas ini bertugas menginventarisasi dan mengidentifikasi lahan terdampak milik warga.

Tol Trans Jawa ruas Ngawi-Kertosono di Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Tol Trans Jawa bakal berakhir di Tol Probowangi yang menghubungakan Probolinggo dan Banyuwangi. ANTARA

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menegaskan, Pemkab akan membantu semua proses pembangunan tol di Banyuwangi. Dengan harapan, seluruh tahapannya bisa berjalan lancar dan selesai sesuai jadwal yang ditentukan, “Kami siap membantu dan mengawal prosesnya,” kata Anas.

Untuk Informasi, ruas tol Probolinggo-Banyuwangi merupakan titik akhir jaringan Jalan Tol Trans-Jawa. Ruas Tol Probowangi sendiri terbagi menjadi tiga seksi, yaitu Seksi I di Wilayah Probolinggo (31,2 kilometer), Seksi II di Wilayah Situbondo (109 kilometer), dan Seksi III di Wilayah Banyuwangi (31,8 kilometer). kbc10

Bagikan artikel ini: