HCML komitmen dukung pengembangan wisata pulau Mandangin

Jum'at, 14 Februari 2020 | 20:28 WIB ET

SAMPANG, kabarbisnis.com: Sebagai dukungan terhadap sektor pariwisata di pulau Mandangin, Husky CNOOC Madura Limited telah membangun papan nama baru tepat di pintu masuk pulau yang dikenal dengan nama Pulau Kambing. Selain bisa mempercantik pulau, papan nama tersebut bisa digunakan wisatawan untuk sekedar nongkrong atau berswafoto.

Papan nama yang bertuliskan Pulau Mandangin ini dibangun HCML persis diatas dermaga. Papan nama itu juga dilengkapi lampu penerang. Sehingga jika malam menyala terang.

“Pembangunan papan nama itu menjadi salah satu dukungan HCML terhadap upaya-upaya untuk menemukan spot-spot wisata di Pulau Mandangin. Kami berharap hal ini  bisa memicu kreatifitas warga Kabupaten Sampang untuk membuat  Pulau Mandangin lebih dilirik sebagai salah satu destinasi wisata,” papar Manager Regional Office HCML Hamim Tohari, Jumat (14/2/2020).

Menurut Hamim potensi Pulau Mandangin sebagai destinasi wisata bisa dikembangkan karena di media sosial mulai banyak yang mengunggah foto atau ulasan tentang keindahan Pulau Mandang. Pulau yang punya tradisi rokat tase’ atau petik laut  ini, lanjut Hamim, memiliki pantai berpasir putih yang lembut  di ujung barat. 

“Selain itu, pulau ini juga memiliki  Pantai Candin di ujung timur pulau dengan panorama mirip Tanah Lot di Pulau Bali,” jelasnya.

Ditambahkan,  Pulau Mandangin memiliki pemandangan laut yang indah karena keberadaan ratusan perahu nelayan di  bibir pantai. Selain itu  wisatawan yang naik perahu juga bisa menikmati pemandangan ikan-ikan yang muncul di permukaan laut.

Pulau ini  juga memiliki keunikan karena warganya ini tidak ada yang punya mobil pribadi. Mobil yang ada hanya untuk mengangkut pasir.  Karena di pulau ini  kekayaan warga tidak diukur dari pemilikan mobil, tetapi dari ukuran dan jumlah perahu.

 “Jadi bukan hanya panoramanya yang indah. Mereka juga memiliki budaya yang menarik. Lebih menarik lagi karena warga Mandangin juga cukup ramah terhadap pendatang, ini modal berharga agar Mandangin bisa berkembang menjadi daerah wisata unggulan. Melihat potensi ini kami  HCML berharap bisa memberi kontribusi dalam memacu kreatifitas warga,” katanya.

Seperti diketahui HCML adalah operator yang ditunjuk pemerintah untuk mengoperasikan lapangan BD yang terletak di perairan yang dekat dengan Pulau Mandangin Kabupaten Sampang. Produksi rata rata harian sebesar 100 MMSCFD, yang kesemuanya dimanfaatkan untuk kebutuhan industri di Jatim.

Selain lapangan BD, HCML yang bekerja di bawah pengendalian dan pengawasan SKK Migas ini juga mengoperasikan lapangan MDA-MBH yang berlokasi di perairan yang dekat dengan Pulau Sapudi dan Raas Kabupaten Sumenep. 

“Lapangan ini diharapkan bisa beroperasi secepatnya.  Dari lapangan ini diharapkan bisa di produksikan gas sebesar kurang lebih 120 MMSCFD yang juga akan dimanfaatkan untuk mendukung industri di Jatim. Dengan digunakannya gas tersebut untuk mendukung industri di Jatim, maka akan terjadi efek positif berupa pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja,” pungkas alumnus Magister Hukum Bisnis Universitas Airlangga ini.kbc6

Bagikan artikel ini: