Pemerintah putuskan buka impor gula konsumsi

Senin, 17 Februari 2020 | 23:06 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah memutuskan untuk membuka importasi gula kristal putih (GKP)  guna memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat .

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) menuturkan pemerintah antar kementerian telah membahas soal importasi gula mengingat kebutuhan masyarakat. Impor dilakukan karena diprediksi ada kekurangan produksi dalam negeri. "Gula kami bahas, segera importasi dilakukan minggu ini juga," kata Syahrul usai rakor pangan di Jakarta, Senin (17/2/2020).

Namun pada kesempatan itu, SYL  belum dapat menjelaskan detail volume impor gula yang diperlukan. Menurut dia, Kementan masih akan menghitung kebutuhan gula impor bersama Kementerian Perdagangan yang menerbitkan izin impor."Kita ikut hitung. Iz7in Kemendag saja," katanya singkat.

Data statistik Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) menyebutkan harga gula pasir lokal hingga awal pekan ini masih terus mengalami kenaikan menjadi Rp 14.600 per kg atau sudah diatas harga acuan sebesar Rp 12.500 per kg.

Direktur Tanaman Semusim dan Rempah Direktorat Jenderal Perkebunan Kementan Agus Wahyudi menyebut kemungkinan dibukanya kembali impor gula konsumsi tahun 2020. Tahun 2019 lalu pemerintah tidak membuka keran impor karena produksi dalam negeri mencukupi.Dibukanya impor tahun ini juga tidak lepas dari musim kemarau panjang pada tahun lalu. Hal itu yang berdampak pada tingkat produksi gula tahun ini yang kurang dari kebutuhan.

Sebelumnya Direktur Eksekutif Asosiasi Gula Indonesia (AGI) Budi Hidayat mengungkapkan neraca gula di tahun 2020 dan awal 2021 berpotensi defisit menyusul prediksi produksi GKP  petani sulit mengimbangi kebutuhan gula konsumsi nasional.Budi  memproyeksikan kebutuhan impor GKP untuk konsumsi pada 2020 dapat mencapai 1,33 juta ton.Budi mengemukakan potensi defisit neraca gula pada 2020 dapat mencapai 29.000 ton.

Dengan produksi sepanjang tahun yang diperkirakan turun dari 2,22 juta ton pada 2019 menjadi 2,05 juta ton pada 2020.Stok awal gula pada 2020 sendiri berada di angka 1,08 juta ton. Di sisi lain, konsumsi pada tahun ini diproyeksi menembus 3,16 juta ton, naik dibandingkan dengan konsumsi pada 2019 yang berjumlah 3,09 juta ton. "Untuk pemenuhan pada tahun 2020 dan persiapan awal 2021 diperlukan impor gula untuk konsumsi langsung sebesar 1,33 juta ton," kata Budi

Dikatakan importasi gula mentah (GM) untuk GKP dapat dilakukan pada akhir masa giling 2020 guna mengatasi defisit untuk gula konsumsi.Pemenuhan kebutuhan awal 2021 pun disebutnya perlu menjadi pertimbangan demi memenuhi kebutuhan gula jelang hari raya besar keagamaan yang diperkirakan jatuh pada semester I pada tahun depan.

Budi juga menyebutkan  untuk pengolahan raw sugar menjadi GKP sebaiknya diberikan kepada pabrik gula (PG) berbasis tebu. Sedangkan pasar GKP dan gula kristal rafinasi (GKR) tetap perlu dipisahkan. Sebab, ada perbedaan selisih biaya bahan baku berbasis tebu dan GM sekitar Rp 1.500 per kg dan biaya proses sekitar Rp 2.000 per kg  gula.  Karena itu, ketiga jenis gula ini tak dapat dipersaingkan dalam pasar yang sama.kbc11

Bagikan artikel ini: