Bank Syariah Mandiri bidik 3,5 juta rekening baru dari internet banking

Selasa, 18 Februari 2020 | 09:04 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Era digital rupanya juga mulai dilirik PT Bank Syariah Mandiri atau BSM. Melalui layanan internet banking, bank ini menargetkan ada penambahan 3,5 juta rekening baru.

Sekretaris Perusahaan PT Bank Syariah Mandiri (BSM) Ahmad Reza mengatakan, segmen yang disasar adalah para milenial. Dalam tujuh hari terakhir, rata-rata dalam sehari terdapat 1.000 akun baru yang melakukan pembukaan rekening online. 

"Memang masih jauh dari target (3,5 juta) namun dengan adanya kemudahan ini masyarakat bisa lebih merasakan keunggulan Bank Syariah," katanya, Senin (17/2/2020).

Digitalisasi layanan perbankan oleh BSM telah dilakukan semenjak 2019 lalu. Saat itu perusahaan meluncuran fitur pembukaan rekening online, digital branch, penamabahan fitur digital channel seperti tarik tunai tanpa kartu ATM,  fitur-fitur pembelian, hingga pembayaran termasuk dengan QRIS.

Perusahaan menargerkan Mandiri Syariah Mobile sebagai Superaps. Dengan satu aplikasi nasabah bisa melakukan transaksi keuangan hingga kebutuhan beribadah dalam genggaman. Pasalnya aplikasi dari BSM ini juga melayani penyaluran zakat, sedekah, wakaf, kurban. Aplikasi juga menghadirkan fitur jadwal sholat, arah kiblat, lokasi masjid, ayat Alquran hingga kutipan hadis.

Sementara itu, untuk kemudahan transaksi, terdapat juga Mandiri Syariah Mobile Keyboard, blokir kartu Mandiri Syariah Debit, dan juga kemudahan payment untuk transaksi e-commerce, pelunasan haji, top up e-wallet untuk Emoney, Gopay, maupun Ovo.

Direktur IT, Operation & Digital Banking Mandiri Syariah Achmad Syafii menambahkan, pengembangan fitur digital berdampak pada peningkatan pendapatan Fee Based Income (FBI). Pendapatan jasa ini naik 24,86 persen dari  Rp166,47 miliar per Desember 2018 menjadi Rp207,86 miliar tahun lalu.

Sampai dengan Desember 2019, user Mandiri Syariah Mobile mencapai 1,05 juta user dengan jumlah transaksi sebanyak 24 juta kali. 

"Pertumbuhan transaksi tertinggi berasal dari transaksi zakat, infaq, sedekah & waqaf (Ziswaf) yang naik 374 persen. Semula 440.000 transaksi di 2018 menjadi 2 juta transaksi tahun lalu," katanya. kbc10

Bagikan artikel ini: