57 Persen orang Indonesia punya pendapatan tidak tetap

Selasa, 18 Februari 2020 | 09:48 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Masyarakat Indonesia yang masuk dalam kategori pendapatan tidak tetap alias sektor informal masih cukup tinggi. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2020 sekitar 57 persen warga negara Indonesia (WNI) masih bekerja di sektor informal.

Hal itu dikatakan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Budi Setiyono pada acara Seminar Konsolidasi Demokrasi Menuju Keadilan Sosial, di ITS Tower, Jakarta, Senin (17/2/2020).

"Negara kita (Indonesia), menurut BPS saat ini, 60 persen penduduknya, atau 57 persen tahun ini, warga negaranya harus hidup di sektor informal. Di mana mereka (orang di sektor informal), hidup tanpa kepastian perlindungan dan pendapatan," katanya.

"(Orang di sektor informal), misalnya pedagang kaki lima, buruh di pertanian, di pertambangan," imbuh Budi.

Dia bilang, jika Indonesia diibaratkan sebuah rumah, maka saat ini hanya 44 persen masyarakat yang hidup di dalam naungan perlindungan negara. "Sedangkan sisanya, harus hidup di luar perlindungan negara, ini kenyataan yang ada di negara kita," jelasnya.

Oleh sebab itu, akibat dari ketimpangan perlindungan, di Indonesia banyak ditemui kasus. "Ada kasus yang kita temui, seperti pasien miskin yang ditolak di rumah sakit. Itu adalah kenyataan, 60 persen orang yang harus hidup diluar perlindungan negara ini," jelasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: