Muhadjir usulkan fatwa orang kaya nikahi orang miskin, tujuannya?

Kamis, 20 Februari 2020 | 13:49 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menyampaikan gagasan tak biasa soal pernikahan, dengan dasar untuk mencegah peningkatan angka kemiskinan.

Usulan yang sudah disampaikan kepada Menteri Agama Fachrul Razi yakni agar menerbitkan fatwa tentang pernikahan antartingkat ekonomi. 

Menurut Muhadjir, ada ajaran agama yang kadang-kadang disalahtafsirkan. Di antaranya mencari jodoh yang setara. “Apa yang terjadi? Orang miskin cari juga sesama miskin, akibatnya ya jadilah rumah tangga miskin baru, inilah problem di Indonesia," katanya dalam sambutan di Rapat Kerja Kesehatan Nasional di Jiexpo, Kemayoran, Jakartq, Rabu (19/2/2020).

Itu sebabnya Muhadjir menyarankan Menteri Agama agar membuat fatwa, dimana yang miskin wajib cari yang kaya, yang kaya cari yang miskin.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini memaparkan data angka rumah tangga miskin di Indonesia yang telah mencapai 5 juta keluarga. Dia menyebut meningkatnya angka kemiskinan juga linier dengan meningkatnya penyakit seperti kerdil atau stunting.

"Rumah tangga Indonesia 57.116.000, yang miskin 9,4 persen sekitar 5 juta, kalau ditambah status hampir miskin itu 16,8. persen itu sekitar hampir 15 juta," jelasnya.

Muhadjir Effendy juga terus menginisiasi wacana sertifikasi pranikah agar tidak memunculkan keluarga miskin baru di Indonesia. Program ini menurutnya sudah diterapkan di Korea, Malaysia, dan Singapura. Pasangan yang belum kuat secara ekonomi harus melalui program kartu prakerja yang dicanangkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi. “Tujuannya agar setelah menikah mereka menjadi rumah tangga yang mapan secara ekonomi," ungkapnya. kbc10

Bagikan artikel ini: