Produsen bakal dikenai cukai BBM, bakal kerek harga kendaraan?

Kamis, 20 Februari 2020 | 17:17 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah tampaknya bakal menggenjot penerimaan negara dari pajak dam cukai. Kali ini, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bakal mengenakan tarif cukai terhadap kendaraan bermotor yang menghasilkan emisi Co2 memakai bahan bakar minyak (BBM).

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan, pemerintah mempertimbangkan faktor keberlanjutan terkait cukai kendaraan bermotor ini.

"Kendaraan bermotor tidak hanya berdampak ke kesehatan, tapi keberlanjutan. Beralih ke bahan bakar rendah emisi bahkan 0 emisi," ujarnya di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Jakarta, Rabu (19/2/2020).

Menkeu merincikan, objek cukai yakni kendaraan bermotor yang hasilkan Co2 ini juga sesuai program pemerintah dorong produksi kendaraan listrik beremisi kecil.

Namun demikian, ada pengecualian terhadap kendaraan yang tidak menggunakan BBM atau memakai listrik, lalu kendaraan umum, pemerintah, keperluan khusus yaitu Ambulan, Damkar dan lainnya, dan kendaraan untuk diekspor.

Kemudian, subjek cukai tersebut adalah pabrikan kendaraan bermotor, sehingga beban tarif tidak dikenakan ke pengguna kendaraan.

"Subjek cukai adalah pabrikan, bukan yang ada di penggunan. Tarif tergantung besaran Co2, pembayaran berkala dibayar saat barang keluar pabrik," tandas Sri Mulyani.

Adapun, asumsi nilai potensi penerimaan cukai emisi kendaraan bermotor sekurang-kurangnya sama dengan nilai penerimaan PPnBM sebagai konsekuensi shifting sebesar Rp 15,7 triliun. kbc10

Bagikan artikel ini: