Laba Jamkrindo melesat 51% jadi Rp765,71 miliar di 2019

Kamis, 20 Februari 2020 | 21:36 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kendati situasi makro perekonomian cenderung melemah, Perum Jamkrindo justru membubuhkan pertumbuhan yang mengesankan. Sepanjang tahun 2019, perusahaan meraih pendapatan Rp 765,71 Miliar

Dirut Perum Jamkrindo Randi Anto mengatakan, laba perusahaan sebelum pajak pada tahun buku 2019 sebesar Rp 765,71 miliar, tumbuh 51% dari laba tahun 2018 sebesar Rp 508,28 miliar. Pertumbuhan laba tersebut mencerminkan kinerja bisnis yang solid dan prospek yang masih bagus.

Naiknya laba perseroan salah satunya didorong oleh volume penjaminan yang juga meningkat. Volume penjaminan Perum Jamkrindo mencapai Rp 203,99 triliun, naik 17% (yoy) dari realisasi volume penjaminan tahun 2018 sebesar Rp 174,74 triliun.

Volume penjaminan tersebut terdiri dari volume penjaminan kredit usaha rakyat (KUR) sebesar Rp 59,01 triliun dan penjaminan non KUR Rp 144,98 triliun. Randi mengatakan beberapa sektor yang menggerakkan motor pertumbuhan penjaminan tahun ini adalah sektor produksi, jasa perdagangan, konstruksi, dan usaha non-produktif.

Dikatakan penjaminan di sektor produksi didorong melalui KUR dan kredit komersial lainnya.

Selanjutnya, penjaminan di sektor jasa dan perdagangan digerakkan oleh penjaminan kredit ritel komersial, penjaminan kredit super mikro, kredit program PNM Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar), serta Kredit Ultra Mikro (UMi).

“Penjaminan di sektor konstruksi didorong  suretyship dan kontra bank garansi dan usaha non-produktif tahun ini masih didorong oleh penyaluran FLPP dan pinjaman multiguna,” ujar Randi kepada wartawan Jakarta, Kamis (20/2/2020).

Dari sisi pendapatan usaha, pada 2019, Jamkrindo mencatatkan imbal jasa penjaminan (IJP) bersih sebesar Rp 2,53 triliun, naik 54% dari tahun sebelumnya Rp 1,64 triliun. Selain pada pendapatan usaha, Jamkrindo juga mencatatkan kinerja positif pada pendapatan investasi.

Di tahun 2020 Randi optimistis volume penjaminan Perum Jamkrindo dapat kembali double digit sekitar 13%, begitu juga dari sisi laba. Untuk mencapai target tersebut, beberapa hal dilakukan antara lain memperkuat portofolio produk existing dan baru, memperkuat sinergi BUMN, melakukan penjaminan yang berorientasi pada profitabilitas, serta memperkuat dan mengembangkan jejaring kemitraan.

"Kita akan melakukan penajaman efisiensi pertama pemetaan profil kredit yang lebih selektif namun berkualitas.Dengan begitu non performing loan dapat lebih kecil," ujar Ranto seraya menambahkan Jamkrindo secara bersamaan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia.kbc11

Bagikan artikel ini: