Laba bersih BCA tumbuh 10,5% tembus Rp28,6 triliun di 2019

Jum'at, 21 Februari 2020 | 08:35 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Bank Central Asia Tbk (BCA) berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 28,6 triliun pada 2019. Nilai ini tumbuh 10,5% dibandingkan laba bersih tahun sebelumnya.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan, kenaikan laba sebelum provisi dan pajak penghasilan (PPOP) sebesar 15,5% ditopang oleh laba operasional sebesar 13,6%. 

"BCA mempertahankan keunggulan bisnisnya dalam perbankan transaksi dan penyaluran kredit, sehingga dana giro dan tabungan (CASA) mencapai Rp532,0 triliun atau tumbuh 9,95% dan total kredit menjadi Rp603,7 triliun atau meningkat 9,5%," kata Jahja dalam keterangan tertulis, Kamis (20/2/2020). 

Dia mengungkapkan pertumbuhan kredit BCA terdiri dari korporasi sebesar Rp 236,9 triliun atau tumbuh 11,1%. Kemudian kredit komersial dan SME Rp 202,9 triliun tumbuh 12% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kredit konsumer Rp 158,3 triliun tumbuh 4,3%, segmen KPR Rp 93,7 triliun tumbuh 6,5%, Kredit Kendaraan Bermotor Rp 47,6 triliun tumbuh 1,1% dan outstanding kartu kredit Rp 14,1 triliun tumbuh 9,4%. 

"Pertumbuhan kredit BCA yang berkelanjutan dapat tercapai berkat kualitas kredit yang terjaga melalui penerapan prinsip kehati-hatian secara konsisten. NPL tercatat pada level 1,3% pada Desember 2019, dibandingkan 1,4% pada tahun sebelumnya," jelas dia.

Rasio dana murah BCA tercatat Rp 532 triliun tumbuh 9,9% dan berkontribusi sebesar 75,5% dari total dana pihak ketiga pada Desember 2019. 

Jumlah rekening dana pihak ketiga juga menunjukkan tren peningkatan, sebesar 14,2% dan hampir mencapai 22 juta rekening pada akhir 2019 melalui layanan pembukaan rekening online maupun di cabang. 

Sementara itu, deposito mengalami pertumbuhan sebesar 14,4%, mencapai Rp172,8 triliun. Pada akhir tahun, total dana pihak ketiga tumbuh sebesar 11,0% menjadi Rp704,8 triliun.

Peningkatan beban operasional juga diimbangi oleh pertumbuhan pendapatan operasional.

Di sisi pendapatan, BCA membukukan pertumbuhan pendapatan operasional sebesar 13,6% menjadi Rp71,6 triliun, didukung oleh kenaikan pendapatan bunga bersih sebesar 12,1% menjadi Rp50,8 triliun dan pertumbuhan pendapatan operasional lainnya sebesar 17,5% menjadi Rp20,8 triliun. 

Sedangkan di sisi biaya, beban operasional meningkat 11,2% menjadi Rp30,7 triliun, sehingga rasio cost to income (CIR) terkelola dengan baik dan tercatat sebesar 43,7% (FY18: 44,3%). 

Rasio kecukupan modal (CAR) dan rasio kredit terhadap dana pihak ketiga (LDR) tercatat pada level yang sehat masing-masing sebesar 23,8% dan 80,5%. Rasio pengembalian terhadap aset (ROA) tercatat sebesar 4,0% sementara rasio pengembalian terhadap ekuitas (ROE) sebesar 18,0%. kbc10

Bagikan artikel ini: