Kemenperin bidik 6 ribu IKM masuk e-smart di 2020

Jum'at, 21 Februari 2020 | 09:11 WIB ET
Dirjen IKMA, Gati Wibawaningsih
Dirjen IKMA, Gati Wibawaningsih

TANGERANG, kabarbisnis.com: Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan 6.000 Industri Kecil Menengah (IKM) di seluruh Indonesia masuk dalam program e-Smart pada 2020 ini.

"Yang akan disasar E-Smart tahun ini 6.000 orang dan ngga cuma di Jawa saja. Ya walau ngga kita pungkiri bahwa kebanyakan pelaku IKM di Pulau Jawa," kata Dirjen IKMA, Gati Wibawaningsih di Tangerang, Banten, baru-baru ini.

Dipaparkannya, memasuki era industri 5.0, Kemenperin menggandeng beberapa mitra untuk terus memberikan pengetahuan kepada para pelaku IKM.

Tahun ini, Kemenperin telah menggandeng Amazon Web Series (AWS) untuk berbagi pengetahuan dunia digital kepada IKM.

"e-Smart masih kita lanjutkan apalagi mau 5.0. Sekarang kita gandengkan e-Smart sama AWS. Jadi ngga cukup ajarin digitalisasi saja, tapi proses mereka juga harus tahu. Karena proses produksi makin efisien produksinya makin tinggi," terang Gati.

Tak hanya AWS, Kementerian Perindustrian juga telah menggandeng Bank Indonesia, BNI, Google, Asosiasi E-commerce (idEA) serta Kementerian Komunikasi dan Informatika. kbc10

Bagikan artikel ini: