Industri penerbangan global alami kerugian Rp401 triliun akibat virus corona

Senin, 24 Februari 2020 | 09:41 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Wabah virus corona rupanya telah menghempaskan bisnis industri penerbangan global. International Air Transport Authority (IATA) menyebut, dampak virus pada permintaan penerbangan menyebabkan kerugian US$29 miliar atau sekitar Rp 401 triliun, dengan penerbangan Asia yang menanggung beban kerugian paling banyak.

Wabah virus coronajuga mungkin akan mengurangi lalu lintas global sebesar 4,7 persen, melanjutkan perkiraan IATA sebelumnya untuk pertumbuhan dan menandai penurunan secara keseluruhan pertama dalam permintaan penerbangan sejak krisis keuangan global 2008-2009.

Sebagai langkah tanggap, puluhan maskapai penerbangan telah membatalkan atau mengurangi layanan penerbangan dari dan ke China.

Beijing juga telah menempatkan lebih dari 780 juta orang di bawah pembatasan perjalanan dalam upaya untuk mencegah penyebaran virus corona, dan ditangguhkan Semua paket wisata domestik dan internasional.

Perkiraan IATA mengasumsikan bahwa puncaknya sebagian besar masih ada di China.

Qantas Airlines (QABSY) mengatakan bahwa virus dapat mengukir sampai dengan US$100 juta atau Rp 1,3 triliun dari pra-pajak keuntungan dari paruh kedua tahun fiskal perusahaan.

Air France-KLM (AFLYY) juga mengatakan pada hari Kamis bahwa virus corona diprediksi dapat memangkas pendapatannya sebanyak  US$216 juta atau Rp 2,9 triliun antara Februari dan April.

Virus corona telah menewaskan lebih dari 2.200 orang di seluruh dunia, dengan jumlah 11 orang yang tewas di luar daratan China. Jumlah total yang terinfeksi di seluruh dunia adalah di atas 76.000 jiwa. kbc10

Bagikan artikel ini: