Ini upaya Bappenas tekan emisi karbon

Senin, 24 Februari 2020 | 20:19 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah berupaya menurunkan emisi gas karbon hingga 27% pada tahun 2024. Salah satu upayanya adalah mendorong swasta mengembangkan industri daur ulang berbasis sampah.

Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Arifin Rudianto mengatakan pihaknya tengah menyusun ekosistem dari bisnis tersebut. Pemerintah juga akan menggandeng negara lain seperti Denmark untuk mendukung industri ini. "Aktornya swasta, pemerintah sebagai mediator, fasilitator, dan inisiator," kata Arifin di Jakarta, Senin (24/2/2020).

Menteri Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan langkah ini membuka peluang ekonomi baru. Bahkan, sampah daur ulang seperti limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) dapat diolah menjadi produk dengan nilai ekonomi tinggi.

Dia memperkirakan implementasi dari sirkulasi ekonomi dapat memperpanjang masa penggunaaan produk dan membawa keuntungan yang berkelanjutan.

"Sekarang limbah B3 juga bisa dimanfaatkan dan bisa dijadikan sesuatu. Ini artinya yang tersisa bisa memiliki ekonomi tinggi," kata Suharso.

Data Climate Accountability Institute (CAI) menyebutkan pada akhir tahun 2019, ada 20 perusahaan energi yang dianggap bertanggung jawab terhadap emisi global. Total 20 perusahaan yang tercatat ini menyumbang 480.168 MtCO2e atau 35,45% dari total emisi global.

Seluruh emisi global yang terhitung sejak 1965 hingga 2017 sebesar 1.354.388 MtCO2e. Dari data ini juga menyebutkan, perusahaan Arab Saudi yakni Saudi Aramco, menyumbang emisi paling tinggi yakni 59.262 metrik ton setara karbon (MtCO2e) atau setara 4,38% emisi global. Raksasa migas asal AS yakni Chevron dan Gazprom dari Rusia masing-masing menyumbang 43.345 MtCO2e dan 43.230 MtCO2e atau setara 3,2 % dan 3,19% emisi global.kbc11

Bagikan artikel ini: