UMKM kawsan wisata super prioritas didorong naik kelas

Selasa, 25 Februari 2020 | 09:19 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Koperasi dan UKM terus mendorong penguatan daya saing Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Tanah Air agar bisa naik kelas dan mampu berkompetisi di pasar global.

Hal iu ditegaskan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam sambutannya pada acara pembukaan kolaborasi untuk Koperasi Keren dan UMKM Naik Kelas, di Yogyakarta, Senin (24/2/2020).

"Harus ada perubahan cara pandang. Selama ini memang pelaku UMKM takut naik kelas karena takut dengan pajak. Kami akan terus lakukan pelatihan wirausaha agar mereka naik kelas," ujarnya.

Teten menjelaskan, salah satu program prioritas Presiden, Joko Widodo, adalah Pembangunan Sumber Daya Manusia. "Kata kunci SDM tangguh, unggul, berkualitas akan meningkatkan daya saing, dan membawa bangsa Indonesia menjadi bangsa yang berperadaban tinggi dan menjadi negara maju dan ini sejalan dengan cita-cita kemerdekaan yaitu membangun masyarakat Indonesia yang sejahtera adil dan makmur,” ujarnya.

Lebih lanjut Menteri Teten minta kepada Deputi Bidang SDM pendidikan/pelatihan SDM KUMKM terutama untuk Kewirausahaan/Vocational untuk diperluas dan diperbanyak, khususnya daerah wisata super prioritas (bali baru), seperti sekarang di Sleman dan sekitarnya sebagai penyanggah wisata Borobudur, untuk meningkatkan rasio wirausaha nasional saat ini sebesar 3,47 persen dari jumlah penduduk, dan tahun 2021 ditargetkan 3,64 persen dari jumlah penduduk Indonesia.

Jumlah tersebut masih sangat kecil dibandingkan dengan jumlah wirausahawan yang ada di negara maju yang mencapai 14 persen. Jumlah tersebut juga masih lebih kecil dibandingkan dengan jumlah wirausahawan yang ada di Malaysia 4,74 persen, Thailand 4,26 persen dan Singapura yang mencapai 8,76 persen.

“Masa produk UMKM kita kalah terus dengan negara-negara tetangga, dengan bonus demografi usia produktif kita harus jadi pemenang di ASEAN,” tegas Teten.

Di kesempatan yang sama Deputi Bidang SDM Ir. Arif Rahman Hakim dalam laporannya menyebutkan, bahwa target jumlah wirausaha yang mendapatkan pelatihan tahun 2020 sebanyak 57.700 orang, meningkatkan Rasio Kewirausahaan dari 3,47 menjadi 3,64 persen dan Rasio Wirausaha berbasis peluang menjadi 10,30 perse yang akan dikerjakan bersama-sama dengan lintas kementerian/lembaga. kbc10

Bagikan artikel ini: